Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Berhasil Dipadamkan

Tim Manggala Agni ketika menuntaskan pemadaman karhutla di Tanjung Kapal Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. ANTARA/HO-Manggala Agni.

Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Berhasil Dipadamkan

Lukman Diah Sari • 9 June 2026 11:57

Pekanbaru: Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan RI berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 108 hektare di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan operasi di Tanjung Kapal, dilaksanakan di tiga sektor untuk memastikan penanganan sisa kebakaran tuntas dilakukan oleh Manggala Agni Daerah Operasi Siak, dibantu masing-masing dua tim dari Jambi dan Muara Tebo.

"Puji syukur Senin kemarin sore kami nyatakan padam tuntas. Tim Manggala Agni dari Daops Siak, Kota Jambi dan Muara Tebo hari ini demobilisasi," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Selasa, 9 Juni 2026, melansir Antara.

Dia mengatakan sebelumnya tim dibagi di beberapa  sektor masing-masing. Salah satunya Manggala Agni Daops Siak dan Jambi masing-masing dua tim menyusur semua sekat dan memperdalamnya ke tengah.

Dengan menggunakan estafet embung, mereka terus maju sampai titik api terakhir temu gelang dengan regu pemadam kebakaran PT Sumatera Riang Lestari. Sedangkan sektor lainnya dikerjakan satu tim Daops Siak dan dua tim Daops Muara Tebo Jambi.

"Mereka melaksanakan pemadaman dengan strategi estafet air memanfaatkan 'collapsible tank' dengan bentangan selang sepanjang 40 roll sampai di titik api teeakhir. Hasilnya sisi kanan dan kiri tuntas," ungkap Ferdian.

Ilustrasi pemadaman karhutla oleh Satgas Udara Riau di samping tim darat dari Manggala Agni juga melakukan pemadaman. ANTARA/HO-Manggala Agni

Dia menyebut kendala yang dihadapi pada kedua sisi yakni adanya tumbangan-tumbangan kayu melintang. Hal ini menyulitkan akses nozzleman (pemegang ujung selang) menuju titik api.

"Kendala lain serta akses, sarana prasarana dan logistik. Tapi kami terbantu dengan satu alat berat perusahaan yang membantu membuka akses dan membuat embung estafet," ujar Ferdian.

(Lukman Diah Sari)