Rofiin, 33, warga Muara Angke. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Warga Muara Angke Waspadai Banjir Rob Gabungan Air Hujan
Nattasya Amani Vrazeti • 1 October 2026 04:30
Jakarta: Warga di kawasan pesisir utara Jakarta mulai meningkatkan kewaspadaan jelang potensi ancaman banjir rob. Meski area Muara Angke relatif aman dari pasang air laut murni, situasi bisa memburuk jika fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi.
“Kalau tempat saya sih enggak sih. Kalau rob pasti terdampak kalau hujan tuh. Kalau hujan, rob, itu pasti banjir juga,” ujar Rofiin, 33, salah seorang warga Muara Angke saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Rabu, 30 September 2026.
Rofiin menceritakan, dampak genangan rob yang parah biasanya terlihat di kawasan sekitar Baywalk Pluit dengan ketinggian air mencapai sebatas lutut orang dewasa. Genangan tersebut membutuhkan waktu surut antara tiga hari hingga satu minggu.
“Kalau di sini (Baywalk Pluit) kena. Sini nyampe ke depan tuh, kena semua. Selutut lah. Surutnya tergantung sih, paling lama seminggu,” tambah Rofiin.
Guna mengantisipasi luapan air, ia memilih berdiam diri di rumah untuk mengamankan barang-barang berharga lantaran akses mobilitas warga menjadi lumpuh.
“Kalau ngadepin banjir rob ya persiapannya paling di rumah aja enggak bisa ke mana-mana, mengamankan barang-barang. Susah sih, ke mana-mana juga susah,” kata Rofiin.

Ilustrasi banjir. Foto: Dok. Antara.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat memastikan seluruh infrastruktur pengedali banjir, termasuk pompa dan pintu air vital di wilayahnya, saat ini beroperasi secara optimal.
“Saat ini seluruh pompa dan pintu air yang berperan vital dalam menangani banjir rob di wilayah Jakarta Utara berfungsi secara optimal. Ada beberapa pompa yang sedang diperbaiki dijadwalkan selesai di akhir Oktober ini, selain itu Dinas SDA dan Sudin SDA Jakarta Utara sedang membangun tanggul rob di beberapa lokasi dan direncanakan selesai di bulan Desember tahun ini,” tutur Hendra saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 30 September 2026.
Hendra menambahkan, jajaran Pemprov DKI Jakarta yang berwenang terus disiagakan untuk memantau langsung infrastruktur pengendali banjir di lapangan, terutama pada titik-titik rawan genangan.
“Seluruh jajaran pemprov yang terdampak dan berwenang dalam mengatasi genangan akibat rob memantau dan memonitor seluruh kesiapan infrastruktur pengendali banjir, khususnya di areal yang rawan terjadi genangan,” tegas Hendra.