Bitcoin. Foto: Freepik.
Bitcoin Naik 0,3% ke Level USD83.453
Husen Miftahudin • 30 September 2026 08:41
New York: Harga bitcoin menguat tipis pada perdagangan Selasa waktu setempat. Pergerakan tersebut didukung penurunan harga minyak dan meredanya tekanan jual di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Mengutip Investing.com, Rabu, 30 September 2026, bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar naik 0,3 persen menjadi USD83.453,8. Sebelumnya, harga bitcoin sempat mencapai USD85.128,7 pada Minggu. Namun, harganya kembali melemah dan turun di bawah USD83 ribu pada Senin.
Pasar kripto turut mendapat sentimen positif dari ekspansi layanan aset digital perusahaan keuangan besar Wall Street, Citi, ke Jepang dan Uni Emirat Arab. Ekspansi tersebut berlangsung di tengah harapan terhadap peningkatan adopsi aset digital dalam sistem keuangan tradisional.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak volatil pada perdagangan Selasa. Imbal hasil obligasi tenor panjang sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak April 2002. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni 2002.
Tekanan jual kemudian mereda setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan Federal Reserve tidak perlu terburu-buru menentukan langkah kebijakan berikutnya.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan aset spekulatif seperti kripto. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk menempatkan dana pada aset kripto dibandingkan instrumen obligasi.
Baca Juga :
Harga Bitcoin Merosot ke Level USD83.416
Laporan Senat soroti USDT Tether
Di sisi lain, stablecoin USDT milik Tether menjadi sorotan dalam laporan Partai Demokrat di Senat AS. Laporan tersebut menyebut USDT sebagai salah satu sarana finansial yang digunakan Iran dan kelompok yang didukung negara tersebut.
Laporan tersebut dipimpin Senator Connecticut Richard Blumenthal, anggota Partai Demokrat dan anggota senior Subkomite Tetap Senat untuk Investigasi. Dokumen itu menganalisis 846 dompet kripto yang dikaitkan dengan Iran dan telah dikenai sanksi oleh Israel serta AS.
Menurut laporan tersebut, 84 persen dompet digital yang diteliti pernah melakukan transaksi menggunakan USDT. Transaksi tersebut disebut mencakup aktivitas untuk membantu pemindahan dana pemerintah Iran lintas batas serta menopang mata uang negara tersebut di tengah sanksi AS, termasuk melalui Bank Sentral Iran.
USDT merupakan stablecoin berbasis dolar AS dengan kapitalisasi terbesar. Aset tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian terkait potensi transaksi dengan entitas yang dikenai sanksi AS.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Harga kripto bergerak beragam
Pergerakan aset kripto lainnya cenderung bervariasi pada perdagangan Selasa. Berikut daftar selengkapnya:
- Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,3 persen menjadi USD2.681,12.
- XRP menguat 0,6 persen.
- BNB turun 0,7 persen.
- Cardano naik 0,1 persen.
- Solana menguat 0,8 persen.
- Dogecoin naik 0,8 persen.
- $TRUMP menguat 2,9 persen.