Harga Bitcoin Merosot ke Level USD83.416

Grafik pergerakan harga bitcoin. Foto: Forbes.com

Harga Bitcoin Merosot ke Level USD83.416

Husen Miftahudin • 29 September 2026 08:41

New York: Harga bitcoin merosot pada perdagangan Senin waktu setempat, memperpanjang penurunan dari akhir pekan sebelumnya. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan belum adanya perkembangan signifikan dalam pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 29 September 2026, bitcoin turun 1,5 persen menjadi USD83.416,10. Penurunan terjadi setelah Bitcoin mencatat kenaikan selama dua pekan berturut-turut seiring optimisme terhadap regulasi kripto di AS.
 
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara menjadi salah satu perhatian pasar kripto. Investor meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan untuk merespons tekanan inflasi.
 
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus lima persen, mencapai level yang terakhir terlihat pada 2007. Di Jepang, imbal hasil obligasi juga melampaui level tertinggi dalam 30 tahun.
 
Kenaikan imbal hasil tersebut didorong ekspektasi pasar terhadap sikap kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral utama dunia setelah sejumlah kenaikan suku bunga pada September.
 
Federal Reserve dan Bank of Japan sama-sama menaikkan suku bunga pada September serta memberikan sinyal mengenai kemungkinan langkah lanjutan di tengah perhatian terhadap tekanan inflasi.
 
Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan dan mengurangi likuiditas. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan daya tarik aset pemerintah yang memberikan imbal hasil dibandingkan aset spekulatif yang tidak menghasilkan pendapatan bunga, termasuk aset kripto.
 

 

Ketegangan AS-Iran masih jadi perhatian

 
Kenaikan harga energi akibat konflik AS-Iran turut menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan inflasi. Ketegangan kedua negara juga membayangi aset berisiko. AS dan Iran masih berada dalam kebuntuan terkait Selat Hormuz.
 
Dalam wawancara pada akhir pekan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump tidak menutup kemungkinan adanya tindakan militer lanjutan terhadap Iran setelah sebelumnya menolak proposal perdamaian dari Teheran.
 
Negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung, tetapi perkembangan menuju kesepakatan perdamaian konkret masih terbatas.
 
Permusuhan antara kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran dan Arab Saudi juga turut menopang harga minyak. Kondisi tersebut membuat perhatian pasar terhadap potensi tekanan inflasi dari sektor energi tetap tinggi.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Harga kripto melemah

 
Pergerakan pasar kripto secara keseluruhan mengikuti penurunan bitcoin. Sebagian besar aset kripto mencatat penurunan pada perdagangan Senin setelah pasar mengalami kenaikan selama dua pekan. 
  • Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 0,1 persen menjadi USD2.680,78.
  • Sementara itu, XRP melemah 2,1 persen menjadi USD1,4898.
  • BNB turun 2,2 persen.
  • Solana merosot 3,9 persen.
  • Cardano turun 4,6 persen.
  • Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 4,1 persen.
  • $TRUMP merosot 7,2 persen.

(Husen Miftahudin)