Ilustrasi kabut asap di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Jarak Pandang 300 Meter, Penerbangan di Bandara Kalimarau Berau Tertunda
Metro TV • 29 September 2026 10:39
Berau: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa, 29 September 2026.
Penurunan jarak pandang di kawasan bandara menyebabkan penerbangan Indonesia AirAsia rute Berau-Balikpapan mengalami keterlambatan sekitar satu jam.
“Penerbangan Indonesia AirAsia IU-579 dengan rute Bandara Kalimarau Berau menuju Bandara Sepinggan Balikpapan, yang dijadwalkan berangkat pukul 07.00 Wita, sempat tertunda akibat kondisi cuaca,” kata Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, Selasa, 29 September 2026.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-STH harus menunggu hingga kondisi jarak pandang kembali memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan sebelum diberangkatkan.
Berdasarkan laporan cuaca atau METAR Bandara Kalimarau pada pukul 07.00 Wita, jarak pandang di sekitar bandara hanya mencapai sekitar 300 meter. Kondisi tersebut disertai kabut atau fog serta awan rendah dengan dasar awan sekitar 300 kaki.

Kabut asap menyelimuti perairan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 14 September 2026. ANTARA/Ogen
Gangguan operasional penerbangan tersebut terjadi ketika penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
Namun, kondisi di Bandara Kalimarau berangsur membaik setelah kabut asap mulai menipis. Jarak pandang kemudian kembali memungkinkan untuk mendukung aktivitas penerbangan.
Pesawat Indonesia AirAsia IU-579 yang sebelumnya tertunda akhirnya diberangkatkan menuju Balikpapan setelah kondisi dinilai memungkinkan.
Pihak Bandara Kalimarau terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Kondisi kabut asap sebelumnya juga sempat berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Kalimarau pada September 2026. (Edi Akbar)