Tekan Dampak Asap Karhutla, Dinkes Sukamara Kalteng Buka Rumah Oksigen

Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Metro TV/Akhmad Dian Noor)

Tekan Dampak Asap Karhutla, Dinkes Sukamara Kalteng Buka Rumah Oksigen

Lukman Diah Sari • 12 October 2026 11:46

Sukamara: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, menyiagakan sejumlah rumah oksigen di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Langkah ini diambil guna menekan dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat setempat.

"Layanan rumah oksigen telah diberlakukan sejak awal September dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan," ujar Kepala Dinkes Sukamara, Ari Junita, di Sukamara, Senin, 12 Oktober 2026, melansir Antara.

Ari memaparkan fasilitas rumah oksigen gratis tersebut tersedia di seluruh rumah sakit dan puskesmas wilayah Sukamara. Warga yang terdampak kabut asap bisa langsung mengakses layanan tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan pemanfaatan oksigen tetap harus didahului dengan pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan dosis dan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing pasien.

Selain menyiagakan rumah oksigen, Dinkes Sukamara juga rutin menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan menempatkan tenaga kesehatan di berbagai posko penanganan karhutla.

Ari pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan kabut asap.

Ilustrasi kabut asap menutupi kawasan permukiman. (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr)

Terkait kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Sukamara, Ari menyebut situasinya saat ini masih relatif terkendali. Meskipun ada tren kenaikan dibandingkan dengan kondisi normal sebelum bencana karhutla, lonjakannya mulai melandai.

"Untuk ISPA sampai dengan minggu pertama bulan Oktober ini memang ada peningkatan kasus, tetapi tidak signifikan dibandingkan kasus ISPA pada minggu ketiga bulan September," tuturnya.

Sebagai catatan, data Dinkes Sukamara menunjukkan terdapat 437 kasus ISPA yang menjangkiti warga setempat hingga pekan ketiga bulan September lalu akibat penurunan kualitas udara.

(Lukman Diah Sari)