Tiga ikrar pemuda di koran Persatoean Indonesia 15 November 1928. (Koleksi Muspada)
Apa Itu Sumpah Pemuda Pledge? Ini Sejarah dan Contoh Ikrar di Sekolah
Angel Rinella • 25 October 2026 16:48
Jakarta: Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober. Peringatan ini menjadi salah satu momen untuk mengenang perjalanan bangsa sekaligus mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menjaga persatuan Indonesia.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga kerap diisi dengan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui pembacaan ikrar yang melibatkan siswa.
Dalam bahasa Inggris, Sumpah Pemuda dikenal dengan istilah Youth Pledge. Istilah ini dapat ditemukan dalam berbagai materi pembelajaran yang membahas sejarah perjuangan pemuda Indonesia.
Lalu, apa yang dimaksud dengan Sumpah Pemuda Pledge, dan seperti apa contoh ikrarnya di sekolah? Simak penjelasannya.
Apa Itu Sumpah Pemuda Pledge?
Mengutip laman resmi Kementerian Kebudayaan, Sumpah Pemuda Pledge merujuk pada ikrar Sumpah Pemuda yang menegaskan persatuan bangsa Indonesia. Ikrar ini lahir pada 27–28 Oktober 1928 dan memuat tiga gagasan utama, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda mengajak generasi muda untuk mencintai tanah air dan menjaga persatuan di tengah perbedaan. Ikrar ini juga menegaskan pentingnya menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Caranya dengan saling menghormati, bekerja sama, serta tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakangnya.
Sejarah Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda lahir melalui Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung di Jakarta pada 27–28 Oktober 1928. Kongres yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) ini melibatkan pemuda dari berbagai organisasi, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, Pemoeda Indonesia, Pemoeda Kaoem Betawi, Sekar Roekoen, dan PPPI.
Kongres tersebut dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito, dengan R.M. Djoko Marsaid sebagai wakil ketua dan Muhammad Yamin sebagai sekretaris. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pemuda dari berbagai latar belakang untuk memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Kongres Pemuda Kedua menghasilkan ikrar yang menegaskan tiga hal utama, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Berikut isi ikrar Sumpah Pemuda:
- Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
- Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
- Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Semangatnya mengajak generasi muda untuk mencintai tanah air, menjaga persatuan di tengah perbedaan, dan menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Baca Juga :
Momentum Sumpah Pemuda, Badko HMI Sumut Gagas Raperda Anti Narkoba

Ilustrasi pendidikan. Foto: Dok Metrotvnews.com
Contoh Ikrar Sumpah Pemuda di Sekolah
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di sekolah dapat dilakukan melalui upacara bendera, pembacaan ikrar bersama, atau kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air. Selain mengenang sejarah, kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa juga dapat menyampaikan komitmen untuk menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Berikut contoh ikrar yang dapat dibacakan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di sekolah.
Ikrar Pemuda dan Pemudi Sekolah
Kami, pemuda dan pemudi Indonesia, berjanji untuk:
- Mencintai tanah air Indonesia dan menjaga nama baik bangsa.
- Menghormati perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa di lingkungan sekolah.
- Menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
- Menjaga kerukunan, menolak perundungan, dan menghargai sesama teman.
- Belajar dengan tekun, bersikap disiplin, serta bekerja sama untuk meraih cita-cita.
Ikrar tersebut merupakan contoh komitmen tambahan yang dapat disesuaikan dengan kegiatan masing-masing sekolah, bukan pengganti teks asli Sumpah Pemuda. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga menerapkan semangat persatuan melalui tindakan nyata.
