Hadapi Musim Hujan, KAI Daop 6 Yogyakarta Perbaiki Jalur Rel

Perbaikan jalur KA di wilayah Daop 6 Yogyakarta. (Dokumentasi/Daop 6 Yogyakarta)

Hadapi Musim Hujan, KAI Daop 6 Yogyakarta Perbaiki Jalur Rel

Ahmad Mustaqim • 27 October 2026 18:55

Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mengebut perbaikan dan peningkatan prasarana jalur kereta api (KA). Langkah ini digencarkan guna menghadapi cuaca di awal musim hujan, sekaligus mempersiapkan lonjakan penumpang pada masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

"Kami terus mempersiapkan keandalan prasarana jalan rel dan jembatan untuk menghadapi musim penghujan serta masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Sejumlah pekerjaan perawatan dan peningkatan prasarana telah dan terus dilakukan di berbagai wilayah Daop 6 guna mendukung keselamatan, kelancaran, dan keandalan perjalanan kereta api," kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih pada Selasa, 27 Oktober 2026. 

Feni mengatakan persiapan tersebut meliputi penambahan balas kricak, penggantian bantalan rel, penggantian wesel dan rel, hingga peningkatan konstruksi serta perbaikan elevasi jalur pada sejumlah jembatan. Ia mengatakan pengerjaan berbagai aspek dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi prasarana dan kebutuhan operasional di lapangan.

"Persiapan prasarana jalan rel dan jembatan kami lakukan secara terencana melalui perawatan, penggantian komponen yang membutuhkan penanganan, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik," kata dia. 

Feni menerangkan, salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penambahan balas kricak berukuran 2 hingga 6 sentimeter sebanyak 16.800 meter kubik di seluruh wilayah Daop 6 Yogyakarta. Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 13.800 meter kubik telah terealisasi atau mencapai 82,14 persen. 

Selain itu, penggantian bantalan beton yang lama dengan bantalan beton baru sebanyak 2.500 batang juga terus dilakukan. Hingga saat ini, sebanyak 2.220 batang telah terpasang atau mencapai progres 88,8 persen. Sementara itu, penggantian 620 batang bantalan sintetis di wilayah Jenar, Delanggu, Sumberlawang, Palur, dan Kadipiro telah rampung 100 persen.

"Di sisi prasarana jembatan, dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen telah selesai diganti menggunakan konstruksi box culvert. Selain itu, pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk perbaikan elevasi jalur pada lima jembatan dan drainase juga telah rampung 100 persen," ujar Feni.

Perbaikan jalur KA di wilayah Daop 6 Yogyakarta. (Dokumentasi/Daop 6 Yogyakarta)

Menurut dia, kesiapan prasarana menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung operasional kereta api, khususnya ketika memasuki musim penghujan dan periode Angkutan Nataru yang berpotensi diikuti peningkatan mobilitas masyarakat. Khusus masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 bakal terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk pemakaian transportasi KA. 

"Upaya ini ditujukan untuk menjaga keandalan prasarana sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan lancar, terutama saat menghadapi tantangan cuaca pada musim penghujan dan peningkatan frekuensi perjalanan pada masa Angkutan Nataru," ucap Feni.

Feni menambahkan, jajarannya juga terus memantau kondisi prasarana di seluruh wilayah operasional serta melakukan penanganan sesuai kebutuhan teknis di lapangan. Pemantauan tersebut menjadi bagian mengantisipasi potensi gangguan yang dapat dipengaruhi oleh curah hujan, kondisi tanah, maupun perubahan kondisi lingkungan di sekitar jalur rel dan jembatan. Kemudian, juga berkoordinasi yang intens dengan BMKG juga dilaksanakan selama 24 jam.

(Lukman Diah Sari)