Cegah Sambaran Petir saat Musim Hujan, KAI Perkuat Proteksi Jaringan Listrik

Petugas melakukan perawatan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA). Foto: Dok. Humas Daop 1 Jakarta.

Cegah Sambaran Petir saat Musim Hujan, KAI Perkuat Proteksi Jaringan Listrik

Fachri Audhia Hafiez • 27 October 2026 17:10

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengintensifkan perawatan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA). Langkah ini guna mengantisipasi risiko sambaran petir dan ancaman pohon tumbang menjelang musim hujan.

"Memasuki musim hujan, kami meningkatkan pemeriksaan dan perawatan sistem proteksi petir pada jaringan LAA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjaga keandalan prasarana dan mendukung perjalanan Commuter Line yang aman dan lancar," ujar Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Oktober 2026.
 


Guna menangkal dampak cuaca ekstrem, KAI mengoperasikan Overhead Ground Wire (OHGW) sebagai kawat pelindung utama. OHGW membentang di sepanjang jalur LAA dan terhubung langsung ke tanah melalui sistem grounding di setiap tiang.

Selain itu, KAI menempatkan arrester atau alat peredam lonjakan tegangan di tiang jaringan LAA dengan rentang jarak per 500 meter. Pengamanan ekstra turut diterapkan melalui penyiapan sistem penangkal petir di seluruh gardu traksi serta penempatan arrester pada perangkat kelistrikan di dalamnya.

Penerapan skema pengamanan ini ditujukan untuk mengurangi kerusakan pada elemen vital jaringan. Elemen ini meliputi kabel feeder, messenger, kawat trolley, hingga instrumen kelistrikan utama di gardu traksi.

"Pemeriksaan dan perawatan dilakukan untuk memastikan perangkat proteksi berfungsi dengan baik. Apabila ditemukan penurunan kinerja, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan di lapangan," jelas Franoto.


Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) KRL. Foto: Dok. Humas Daop 1 Jakarta. 

Di sisi lain, KAI mengimbau masyarakat maupun pengelola kawasan untuk rutin mengecek kondisi vegetasi di sepanjang rute perlintasan kereta. Pemangkasan atau penebangan dahan yang dinilai berisiko roboh perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak KAI, demi menjaga keselamatan bersama selama proses pengerjaan.

"Pada musim hujan, pohon yang rapuh atau dahannya terlalu dekat dengan jaringan LAA berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang. Kami mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi risiko tersebut dengan berkoordinasi bersama KAI sebelum melakukan penanganan," kata Franoto.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)