BMKG Ingatkan Kalsel Waspada Hujan Lebat Mulai November

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.

BMKG Ingatkan Kalsel Waspada Hujan Lebat Mulai November

Lukman Diah Sari • 7 October 2026 18:35

Banjarbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kalimantan Selatan untuk mewaspadai hujan berintensitas tinggi saat musim hujan tiba pada November 2026, karena waktunya cukup dekat dengan puncak musim hujan.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, sebagian wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan sebagian besar wilayah lainnya pada Desember 2026. Awal musim hujan secara umum diprakirakan lebih mundur dibandingkan kondisi normal.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, meminta informasi prediksi musim hujan BMKG menjadi referensi bagi berbagai sektor untuk mengambil langkah-langkah antisipasi, melakukan persiapan, dan menyusun perencanaan dengan menyesuaikan kondisi iklim yang akan terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Ini perlu menjadi kewaspadaan dan antisipasi kita, karena datangnya musim hujan di Provinsi Kalimantan Selatan itu waktunya cukup dekat dengan langsung puncak musim hujannya,” kata Fachri di Banjarbaru, Rabu, 7 Oktober 2026, melansir Antara.

Ia mengingatkan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebab, ketika musim hujan datang, intensitas hujan kemungkinan akan langsung tinggi.

Fachri meminta informasi tersebut dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan untuk mengambil langkah antisipasi dan melakukan perencanaan sesuai dengan kondisi iklim yang akan terjadi.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab memberikan kererangan secara virtual di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Menurut dia, musim hujan yang datang lebih mundur tersebut tidak terlepas dari pengaruh fenomena El Nino yang masih aktif. Musim kemarau 2026 diprakirakan berlangsung lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal sehingga musim hujan yang datang juga lebih mundur atau lebih pendek dari normal.

“Selengkap apa pun informasi kami, seakurat apa pun informasi kami, kalau tidak sampai, tidak dipahami, dan tidak digunakan atau tidak dimanfaatkan oleh pengguna jasa dari berbagai sektor, itu tidak akan memberikan efek ataupun kemanfaatan yang optimal,” ujarnya.

Fachri berharap informasi prediksi musim hujan dapat dipahami dan dijadikan acuan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan serta mendukung langkah antisipasi berbagai sektor dalam menghadapi kondisi iklim tersebut.

(Lukman Diah Sari)