Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Kepri

Ilustrasi - Kota Palembang diguyur hujan lebat. Foto: ANTARA/Edo Purmana.

Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Kepri

Hendri Kremer • 27 October 2026 23:29

Batam: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Warga diminta mewaspadai ancaman hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam, Andi, menyebut peringatan kewaspadaan ini difokuskan bagi masyarakat di Kota Batam, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun.

“Masyarakat di wilayah Batam, Lingga, dan Karimun diimbau mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi pada siang hingga dini hari,” ujarnya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kondisi atmosfer di wilayah Kepri saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan. Perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu relatif singkat. Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Kepri:
  • Kota Batam: Suhu berkisar 25–31 derajat Celsius. Cuaca pada siang hari cenderung cerah berawan, namun peluang hujan mengintai menjelang malam.

  • Kabupaten Lingga dan Karimun: Rawan hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Pekerja lapangan diimbau menghentikan aktivitas saat cuaca memburuk.

  • Kabupaten Natuna: Berpotensi diguyur hujan dalam durasi singkat.

  • Kepulauan Anambas: Diprakirakan dominan berawan hingga diselimuti udara kabur.

  • Tanjungpinang dan Bintan: Cuaca dapat berubah bergantung pada dinamika atmosfer setempat.

Ancaman Angin Kencang dan Kabut Asap

BMKG juga mengingatkan ancaman sekunder dari cuaca buruk ini. Hujan lebat berpotensi memicu genangan air akibat drainase yang tidak memadai, sehingga pengendara diimbau tidak mengerem mendadak di jalanan licin. Selain itu, angin kencang di ruang terbuka sangat rawan menumbangkan pepohonan dan papan reklame.


Suasana kawasan pertokoan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (27/10). MI/Hendri Kremer

Bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut, perkembangan arah angin dan tinggi gelombang wajib menjadi acuan sebelum berlayar.

Lebih lanjut, BMKG menyoroti potensi udara kabur akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penurunan jarak pandang ini tidak hanya mengganggu keselamatan navigasi laut dan darat, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan warga. Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker apabila udara mulai diselimuti kabut asap.

(Lukman Diah Sari)