Harga Emas Dunia Menguat ke USD3.946

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Dunia Menguat ke USD3.946

Eko Nordiansyah • 3 November 2026 08:52

Chicago: Harga emas dunia naik pada Senin, 2 November 2026, terbantu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak.

Dikutip dari Investing, Selasa, 3 November 2026, emas spot naik 1,8 persen menjadi USD3.946,63 per ons. Sementara emas berjangka naik 1,5 persen menjadi USD3.956,60 persen.

Emas spot berhasil bangkit setelah mencatatkan penurunan hampir tujuh persen sepanjang Oktober pada sesi sebelumnya, dengan para pelaku pasar logam mulia kini menantikan pemilihan paruh waktu AS yang akan berlangsung pada Selasa.

Rencana dialog AS-Iran

Sementara itu, harga minyak turun setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih penyelesaian diplomatik atas konflik dengan Iran.

Hal ini memunculkan harapan akan adanya kesepakatan serta meredakan kekhawatiran mengenai gangguan lebih lanjut pada pasokan energi dan tekanan inflasi. Meski demikian, ancaman eskalasi militer baru tetap ada.

Trump telah berulang kali memperingatkan Washington dapat kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu, sementara Teheran telah mengancam akan memberikan respons balasan yang lebih luas.
(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Beberapa negara di Teluk Persia juga telah menyatakan kekhawatiran serangan AS lainnya dapat memicu konflik yang lebih destruktif di seluruh kawasan tersebut.

Selain itu, harga minyak berada di bawah tekanan setelah media pemerintah Iran melaporkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei telah memberikan "wewenang tertentu" untuk menjajaki dialog dengan AS, merujuk pada pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Emas tertekan aksi likuidasi yang lebih luas di pasar ekuitas

Penurunan saham sektor teknologi baru-baru ini mendorong para investor untuk menjual emas guna menutupi kerugian di bagian lain portofolio mereka. Pada Senin, bursa saham AS sebagian besar melanjutkan penurunan dari pekan sebelumnya, dipicu oleh kekhawatiran baru terkait investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Analis ANZ menyatakan imbal hasil (yield) yang tinggi semakin sulit diimbangi oleh emas. Sementara tingkat konsumsi AS yang tangguh, dengan laju tahunan sebesar 3,8 persen, menunjukkan kekuatan ekonomi yang terus berlanjut.

Meskipun demikian, permintaan investor tetap kuat di tengah suku bunga yang lebih tinggi. ANZ mencatat bahwa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas berhasil menarik lebih dari 50 ton pada September, bahkan ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melampaui lima persen. Hal ini mengindikasikan hubungan terbalik yang lazim terjadi antara imbal hasil dan harga emas telah melemah.

ANZ memperkirakan imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat akan membatasi kenaikan harga emas dalam waktu dekat. Akibatnya, emas rentan terhadap konsolidasi di sekitar level USD4.000 per ons, bahkan berpotensi diperdagangkan di bawah level tersebut sebelum akhirnya menunjukkan pemulihan yang lebih berkelanjutan.

(Eko Nordiansyah)