Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. (Anadolu Agency)
Uni Eropa Minta Negara ASEAN Cari Alternatif Pasokan Minyak Selain dari Rusia
Muhammad Reyhansyah • 28 April 2026 19:19
Bandar Seri Begawan: Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, meminta negara-negara ASEAN agar tidak beralih ke Rusia untuk memenuhi kebutuhan minyak mereka di tengah kelangkaan energi global akibat konflik Timur Tengah.
Desakan itu muncul setelah Uni Eropa bulan ini menyetujui putaran baru sanksi terhadap Rusia, termasuk pengetatan pembatasan perdagangan minyak, sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan Moskow membiayai perang di Ukraina.
Dikutip dari AsiaOne, Selasa, 28 April 2026, Kallas menilai Rusia justru memperoleh keuntungan geopolitik dan ekonomi dari perang AS-Israel melawan Iran, yang menyebabkan terganggunya jalur Selat Hormuz—rute strategis bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
“Ingatlah bahwa pendapatan minyak adalah pendapatan yang digunakan Rusia untuk membiayai perang ini (di Ukraina). Kami berkepentingan agar perang ini berhenti,” kata Kallas kepada wartawan usai bertemu para menteri luar negeri ASEAN di Brunei Darussalam.
“Itulah sebabnya kami tentu mendorong diversifikasi sumber daya dan mencarinya dari tempat lain, bukan dari Rusia,” lanjutnya.
Meski demikian, Kallas tidak menjelaskan secara rinci apakah isu pasokan energi Rusia dibahas langsung dalam forum resmi dengan para menteri ASEAN.
Di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global, sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Indonesia dilaporkan tengah mempertimbangkan atau meningkatkan opsi impor minyak dari Rusia guna menjaga stabilitas pasokan domestik.
Pernyataan UE ini menyoroti semakin kompleksnya persaingan geopolitik global, ketika negara-negara berkembang harus menyeimbangkan kebutuhan energi nasional dengan tekanan diplomatik dari kekuatan besar dunia.
Baca juga: Bahlil: Impor Minyak Mentah dari Rusia ke Indonesia dikirim Bulan April Ini