Kasus DBD di Pamekasan Capai 185 Orang, Mayoritas Anak-Anak

Nyamuk demam berdarah. Foto: Istimewa

Kasus DBD di Pamekasan Capai 185 Orang, Mayoritas Anak-Anak

Lukman Diah Sari • 30 April 2026 16:17

Pamekasan: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menemukan 185 warga di wilayah itu positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini kebanyakan menyerang anak berusia antara 5 hingga 14 tahun.

"Data warga yang positif DBD ini merupakan data laporan dari masing-masing puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan mulai Januari hingga 28 April 2026 kemarin," kata Kepada Dinkes Pamekasan Saifudin di Pamekasan, Kamis, 30 April 2026, melansir Antara.

Perinciannya kasus DBD yang menyerang anak pada usia di bawah 1 tahun sebanyak enam orang, usia 2-4 tahun sebanyak 28 orang, usia 5-14 tahun sebanyak 83 orang, usia 15-44 tahun sebanyak 49 orang, dan usia di atas 45 tahun sebanyak 18 orang.


Pemberantasan sarang nyamuk oleh petugas di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (ANTARA/ HO-Dinkes Pamekasan)

Para orang tua juga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala DBD pada anak. Menurut dia, beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, sakit kepala, ruam kulit, mual, muntah, nyeri sendi, hingga mimisan.

"Karena itu, tolong ini benar-benar diperhatikan, sehingga jika ada anak mengalami gejala seperti ini, hendaknya segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat," jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan sebaran wilayah, kasus DBD tertinggi di Pamekasan tercatat di wilayah Kecamatan Pademawu yakni di Puskesmas Sopaah dengan jumlah penderita sebanyak 28 kasus, disusul Puskesmas Kadur sebanyak 24 kasus, dan Puskesmas Teja sebanyak 17 kasus.

Saifudin menjelaskan langkah utama yang dilakukan Dinkes Pamekasan adalah pengendalian melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas.

"Jenis penyakit ini bisa dikendalikan jika vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti, kita kendalikan bersama. Kami sangat mengharapkan keterlibatan aktif semua pihak," katanya.

Pemkab Pamekasan juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), antara lain melalui penanganan cepat di fasilitas kesehatan, pelaporan berjenjang melalui aplikasi, hingga penyelidikan epidemiologi oleh tim Dinkes Pamekasan dan puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)