25 Warga Cempaka Putih Terjangkit DBD Sepanjang Januari-Maret 2026

Fogging di pemukiman warga cegah demam berdarah. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

25 Warga Cempaka Putih Terjangkit DBD Sepanjang Januari-Maret 2026

Christian • 2 April 2026 22:49

Jakarta: Sebanyak 25 warga di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, terjangkit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Data tersebut mencakup sebaran kasus di tiga kelurahan, dengan angka tertinggi berada di Kelurahan Cempaka Putih Timur.

“Di Kelurahan Cempaka Putih Barat ada 8 warga, Kelurahan Rawasari 8 warga, dan terakhir Kelurahan Cempaka Putih Timur 9 warga,” ujar Kasie Kesra Kecamatan Cempaka Putih, Tanwil, di sela-sela kegiatan fogging di pemukiman warga, Kamis, 2 April 2026.
 


Tanwil menjelaskan, meski ditemukan puluhan kasus, jumlah penderita DBD pada awal 2026 ini menurun drastis dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Sebagai perbandingan, tahun lalu wilayah tersebut mencatatkan 68 kasus yang didominasi oleh Kelurahan Rawasari dengan 40 kasus.

“Rawasari 40 kasus, Cempaka Putih Barat 15, dan Cempaka Putih Timur 13 kasus. Hari ini kita juga lakukan fogging di pemukiman warga dan kantor Kecamatan Cempaka Putih,” tambahnya.

Pihak kecamatan terus mengimbau warga, termasuk pengurus RT dan RW, untuk memperkuat edukasi pencegahan. Tanwil menekankan bahwa langkah paling efektif memutus rantai penularan adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat.

“Yang paling efektif adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri. Selain PSN mandiri, ada juga kader jumantik yang selalu memantau dengan mengecek ke rumah-rumah warga,” tegas Tanwil.


Fogging di pemukiman warga cegah demam berdarah. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Dampak DBD ini dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Dino, warga setempat. Ia menceritakan pengalaman pahit saat anak dan cucunya harus dilarikan ke rumah sakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

“Keduanya sudah sembuh, hanya masih kontrol saja di rumah sakit. Cucu saya kelas 4 SD dan anak saya umur 22 tahun,” ungkap Dino. 

Pihak otoritas kesehatan setempat pun meminta warga tetap waspada mengingat cuaca yang masih fluktuatif dapat memicu perkembangbiakan nyamuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)