Kepala Nuklir Iran Tak Bisa Hadiri Konferensi IAEA, Teheran Layangkan Protes

Duta Besar Iran untuk PBB Reza Najafi. (Anadolu Agency)

Kepala Nuklir Iran Tak Bisa Hadiri Konferensi IAEA, Teheran Layangkan Protes

Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 09:47

Wina: Iran menuduh Austria melanggar haknya sebagai negara anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) setelah kepala badan nuklir Iran, Mohammad Eslami, dilarang menghadiri konferensi umum badan tersebut.

Duta Besar Iran untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina, Reza Najafi, mengatakan bahwa Eslami tidak dapat menghadiri sidang setelah adanya tekanan dari pemerintah Amerika Serikat.

Berbicara dalam Konferensi Umum IAEA di Vienna, Senin, 14 September 2026, Najafi menyebut larangan tersebut sebagai “pelanggaran jelas” terhadap hak Iran. Menurutnya, tindakan itu bertentangan dengan prinsip kesetaraan kedaulatan yang tercantum dalam Statuta IAEA.

Najafi mengatakan Iran memiliki hak untuk diwakili dalam konferensi tersebut oleh delegasi pilihannya sendiri. Ia juga menilai larangan itu mengganggu hak dan keistimewaan yang diperlukan delegasi terakreditasi untuk menjalankan tugasnya.

“Ini melanggar prinsip kesetaraan representasi dan partisipasi seluruh anggota dalam konferensi ini dan pertemuan badan lainnya,” kata Najafi, dikutip dari Anadolu.

“Ini adalah hak keanggotaan yang berbasis perjanjian. Hak-hak tersebut tidak boleh dikurangi,” lanjutnya.

Najafi juga menuduh Austria, sebagai negara tuan rumah, melanggar kewajibannya berdasarkan perjanjian markas besar antara Austria dan IAEA.

Menurutnya, perjanjian tersebut mewajibkan negara tuan rumah mengambil langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi masuknya perwakilan negara anggota ke wilayah Austria serta memberikan visa secara cepat kepada delegasi yang telah terakreditasi.

Ia mendesak Austria segera mengambil tindakan korektif dan memberikan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang.

“Penolakan akses terhadap kepala delegasi dalam konferensi merupakan penyalahgunaan kekuasaan dan proses yang jelas oleh negara tuan rumah,” ujar Najafi.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merusak citra Austria sebagai tuan rumah organisasi internasional yang seharusnya bertindak secara imparsial dan profesional.

“Kegagalan itu tidak dapat dibenarkan. Tidak ada dasar hukum untuk itu,” katanya.

Konferensi Umum IAEA dimulai di Wina pada Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang.

Baca juga: Konferensi ke-70 IAEA Dimulai, PBB Peringatkan Ancaman Proliferasi Nuklir

(Willy Haryono)