Kabut Asap Ganggu Pelayaran Sungai Batanghari, Jarak Pandang Hanya 700 Meter

Tim patroli Ditpolairud Polda Jambi, Rabu (16/9). menyisiri jalur pelayaran Sungai Batanghari yang berkabut asap. MI

Kabut Asap Ganggu Pelayaran Sungai Batanghari, Jarak Pandang Hanya 700 Meter

Solmi • 16 September 2026 14:48

Jambi: Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kota Jambi dan sejumlah kabupaten dalam beberapa hari terakhir turut membatasi jarak pandang di perairan Sungai Batanghari. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan aktivitas nelayan maupun pelayaran kapal barang.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi Kombes Dhovan Oktavianton mengatakan jarak pandang normal (visibility) di permukaan Sungai Batanghari pada Rabu, 16 September 2026, hanya berkisar 700 meter.

“Tutupan kabut asap yang mengapung pekat di atas jalur perairan Sungai Batanghari membuat jarak pandang pendek. Hanya berkisar tujuh ratus meter. Kondisi itu memang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran. Apalagi alur Sungai Batanghari saat ini di beberapa titik mengalami pendangkalan,” ujar Dhovan di Jambi, Rabu, 16 September 2026.

Kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian jajaran Ditpolairud Polda Jambi. Personel kini meningkatkan patroli di sepanjang alur pelayaran Sungai Batanghari yang bermuara ke pantai timur Sumatra.
 


Dalam kegiatan patroli, petugas memberikan imbauan kepada nelayan dan nakhoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di perairan. Perhatian khusus diberikan saat melintasi sejumlah bagian alur sungai yang mengalami pendangkalan.

Selain melakukan patroli, Ditpolairud Polda Jambi juga menggelar kegiatan Sambang Nusa Presisi bersama masyarakat nelayan di Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: dok. Medcom. 


Kegiatan tersebut berlangsung di atas kapal patroli Ditpolairud Polda Jambi pada Rabu siang. Dirpolairud Polda Jambi Dhovan Oktavianton bersama sejumlah personel berdialog dengan masyarakat nelayan mengenai kondisi perairan dan dampak kabut asap.

Dalam kegiatan itu, petugas memberikan edukasi mengenai keselamatan pelayaran serta risiko beraktivitas di tengah jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap.

Petugas juga membagikan masker secara gratis dan paket bahan pokok kepada keluarga nelayan. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak aktivitas mata pencaharian akibat kondisi kabut asap dan pendangkalan Sungai Batanghari.

(Whisnu M)