Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). MI
UGM Buka Kuota 10 Ribu Mahasiswa Baru
Media Indonesia • 4 February 2026 16:29
Yogyakarta: Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Priyanto, menyampaikan tahun 2026 ini UGM akan menerima 10.000 mahasiswa baru untuk jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D-4). Penerimaan mahasiswa baru tahun ini masih menggunakan pola Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Sigit Priyanto menyatakan, persentase kuota mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNBP sebesar 30 persen, SNBT 30 persen, dan Seleksi Mandiri 40 persen.
“Untuk pembagian persentase kuota ini masih dalam proses terkait permintaan data jumlah kuota di masing-masing jalur. Sementara UGM masih menggunakan kuota persentase tahun lalu,” ujarnya di Kampus UGM dikutip Media Indonesia, Rabu, 4 Februari 2026.
Di luar jalur tersebut, UGM juga menerima mahasiswa baru melalui jalur seleksi International Undergraduate Program (IUP) dengan kuota 1.000 mahasiswa. “Gelombang pertama pendaftaran jalur IUP sudah dimulai sejak 20 Januari hingga berakhir 19 Februari 2026. Pada tahun ini, IUP UGM akan membuka 31 program studi,” katanya.
Sigit menjelaskan program IUP menjadi program unggulan UGM yang secara menyeluruh memiliki standar internasional. Program ini bekerja sama dengan mitra internasional, baik dalam proses pembelajaran, kegiatan international exposure, maupun kerja sama riset.
“Tentu saja ini memberikan lingkungan pembelajaran yang lebih global,” jelasnya.
Keunggulan program IUP terletak pada jumlah mahasiswa yang diterima hanya sedikit. Hal ini membuat interaksi dan diskusi di dalam kelas selama proses pembelajaran dapat lebih intens. Dengan begitu, kesempatan meningkatkan hard skill dan soft skill akan lebih terbuka.
Selain itu, dalam program IUP diwajibkan bagi setiap mahasiswa untuk mengikuti international exposure. Melalui program ini, mahasiswa dipersiapkan secara terstruktur untuk dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya yang berskala global.
“Artinya tidak sekadar karena delivery-nya bahasa Inggris saja, tetapi memang secara akademik dipersiapkan menjadi lebih spesifik,” jelas Sigit.

Penyerahan bantuan UGM ke mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Pulau Sumatra. Dokumentasi/UGM
Para calon pendaftar program IUP UGM diwajibkan memiliki akun di laman admission.ugm.ac.id. Dalam laman tersebut, selain digunakan untuk melakukan pendaftaran, terdapat pula informasi lengkap seputar pendaftaran program IUP sekaligus persyaratan berkas.
Setelah proses review administratif, akan dilakukan proses seleksi tes Bahasa Inggris, tes potensi akademik, seleksi wawancara, GMST, SJT, atau focus group discussion yang tergantung pada masing-masing fakultas.
Pendaftaran program IUP UGM terdapat tiga gelombang. Pada gelombang pertama yang sedang berlangsung ini tersedia kuota mahasiswa yang lebih banyak dibandingkan dengan gelombang kedua dan ketiga.
“Saran kami bagi calon mahasiswa UGM yang memang merencanakan studinya untuk masuk ke jalur kelas IUP, maka memprioritaskan gelombang pertama adalah saran yang lebih kami rekomendasikan,” ungkap Sigit.