BNPB Catat 24.089 Jiwa di Seram Bagian Timur Terdampak Kekeringan

Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.

BNPB Catat 24.089 Jiwa di Seram Bagian Timur Terdampak Kekeringan

Lukman Diah Sari • 3 July 2026 16:52

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kekeringan terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Sejak Mei hingga Juli 2026, wilayah tersebut memasuki musim kemarau sehingga beberapa kecamatan mengalami dampak signifikan berupa kekeringan.

"Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor," ujar 
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam siaran resmi, Jumat, 3 Juli 2026.

Ilustrasi krisis air. ANTARA FOTO/Seno/sgd (ANTARA FOTO/SENO)

Abdul mengungkap, debit air di wilayah tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis. Sumur dan sungai mengering sehingga mengakibatkan warga mengalami kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sebanyak 7.107 KK atau 24.089 jiwa terdampak akibat kejadian ini," jelas dia.

Abdul mengatakan, BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur menuju lokasi terdampak untuk melakukan identifikasi dan kaji cepat, berkoordinasi dengan aparat pemerintah, serta mendistribusikan tangki air dan air bersih.

Gelombang Pasang Melanda 

Tak hanya kekeringan, gelombang pasang juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Angin muson timur menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 13.00 WIT.

"Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siritaun Wida Timur, Pulau Gorom, Kesui Watubela, Teor, dan Ukar Sengan," kata Abdul. Tercatat sebanyak 1.070 jiwa terdampak dan jumlah tersebut masih dalam pendataan. Kerugian material meliputi 207 unit rumah, dengan rincian 53 unit rumah rusak berat (RB) dan 154 unit rumah rusak ringan (RR).

"BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur telah melakukan identifikasi, kaji cepat, serta penanganan darurat," jelas Abdul.

(Lukman Diah Sari)