Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak Diperluas ke Perairan Lampung

Tim SAR Polda Lampung melakukan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliout aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Lampung, Kamis (10/9/2026). ANTARA/HO-Polda Lampung

Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak Diperluas ke Perairan Lampung

Whisnu Mardiansyah • 10 September 2026 13:28

Lampung: Polda Lampung memperluas wilayah pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.

Pencarian diperluas hingga sejumlah wilayah perairan yang masuk dalam yurisdiksi Polda Lampung. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila rombongan terbawa arus hingga memasuki perairan Lampung.

"Wilayah pencarian akan diperluas hingga mencakup sejumlah perairan yang berada dalam wilayah hukum Polda Lampung," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari, seperti dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.

Yuni mengatakan Polda Lampung terus berkoordinasi dengan tim SAR dalam pencarian delapan orang tersebut. Upaya penyisiran dilakukan untuk memperbesar peluang menemukan keberadaan rombongan.

“Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut," katanya.

Polda Lampung juga meminta seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan pencarian. Informasi sekecil apa pun terkait keberadaan rombongan akan ditindaklanjuti dalam operasi pencarian.

“Kita tidak tahu, siapa tahu ada informasi atau kabar bahwa mereka ditemukan di laut. Mudah-mudahan teman-teman kita di sana diberikan umur panjang dan segera ditemukan,” ucapnya.
 


Dua Tim Sisir Perairan Lampung

Pascainsiden hilang kontak tersebut, Polda Lampung bersama Tim SAR gabungan mengerahkan personel untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang berada dalam wilayah hukum Polda Lampung.

"Sebelumnya personel Polair bersama Basarnas, personel DKO Mabes, serta Brimob Polda Lampung, telah diterjunkan untuk melakukan patroli di sekitar Pulau Sebesi dan sejumlah wilayah perairan Lampung," katanya.

Pada Rabu, 9 September 2026, dua tim dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Tim pertama terdiri atas personel Polair, DKO Mabes, dan Basarnas. Sementara tim kedua melibatkan enam personel Polair serta lima anggota Brimob Polda Lampung.

“Untuk kemarin (9 September) ada dua tim yang kami turunkan. Tim pertama terdiri dari personel Polair, personel DKO Mabes dan Basarnas. Kemudian tim kedua terdiri dari enam anggota Polair dan lima anggota Brimob ikut menyisir perairan di wilayah Lampung dengan hasil belum ditemukan titik terang dari keberadaan mereka," kata Yuni Iswandari.

Polda Lampung selanjutnya menyiapkan penyisiran kembali menggunakan kapal. Opsi pencarian melalui udara dengan helikopter juga dipersiapkan apabila kondisi cuaca memungkinkan.


Kapolda Banten Irjen Hengki di posko pencarian di wilayah Pandeglang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir


“Insyaallah, kalau helikopter bisa terbang dan kondisi awan serta cuaca memungkinkan, kami akan melakukan patroli melalui udara,” katanya.

Yuni menyampaikan keprihatinan atas hilangnya rombongan tersebut. Ia berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Tentunya kami ikut prihatin dengan kejadian ini, mudah-mudahan rekan-rekan kita dapat ditemukan dengan kabar baik," katanya.

Berdasarkan informasi awal, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak komunikasi terputus, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum diketahui. Tim SAR selanjutnya melakukan pencarian dengan mengacu pada titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima jurnalis yang telah teridentifikasi terdiri atas M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga kru kapal yang berada di dalam kapal cepat saat rombongan berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

(Whisnu M)