Relawan Bakti BUMN 2026 berinteraksi dengan siswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Tidore, Maluku Utara. (dok. PLN)
Relawan Bakti BUMN 2026 Hadir di Tidore, PLN Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat
Patrick Pinaria • 9 September 2026 09:05
Tidore: Upaya mendorong masyarakat agar semakin mandiri terus dilakukan melalui pemanfaatan potensi yang ada di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kekayaan rempah seperti pala dan cengkeh, kehidupan masyarakat pesisir, serta potensi budaya dan lingkungan menjadi bagian penting yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Relawan Bakti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2026 di Tidore. Dalam program ini, PLN menjadi penanggung jawab pelaksanaan dengan mengusung tema 'Energi Berkelanjutan untuk Tidore Berdaya' dan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui aspek ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Kolaborasi antara insan BUMN dan masyarakat kemudian diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang menyesuaikan dengan potensi sekaligus kebutuhan masyarakat setempat. Program tersebut mencakup pemanfaatan 42 ton Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore menjadi paving block, penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore, penguatan sarana pendidikan, pembinaan usaha masyarakat, dukungan air bersih, pengelolaan sampah, hingga pemeriksaan kesehatan.
Kehadiran Program Relawan Bakti BUMN di Tidore mendapat apresiasi dari Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah. Ia menilai kontribusi PLN, BUMN, dan para relawan turut membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN, khususnya PLN serta para Relawan Bakti BUMN yang telah memilih Tidore sebagai tempat untuk berkontribusi. Kehadiran para relawan membawa energi positif bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial serta terus menumbuhkan semangat gotong royong di Tidore," ujar Sultan Tidore.
Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menegaskan kehadiran insan BUMN di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian sekaligus memastikan keberadaan BUMN memberikan manfaat yang lebih luas.
"Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Kami berharap pengalaman ini semakin menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan BUMN. Karena peran BUMN tidak hanya tentang bagaimana perusahaan tumbuh dan berkinerja, tetapi juga bagaimana kehadirannya mampu memberi manfaat dan tumbuh bersama masyarakat," ujar Tedi Bharata.
Semangat tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Tidore. Sebagai penanggung jawab pelaksanaan program di Tidore, PLN membawa inisiatif yang bertumpu pada empat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Keempat pilar tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun kemandirian melalui potensi yang dimiliki daerah.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi upaya penting untuk memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan sekaligus potensi masyarakat setempat.
"Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat dapat memiliki kapasitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Karena itu, program yang kami hadirkan mencakup penguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, PLN ingin memastikan dukungan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Nurlely.
Pemberdayaan ekonomi diwujudkan melalui pemanfaatan 42 ton FABA dari PLTU Tidore menjadi paving block yang kemudian digunakan untuk mendukung fasilitas masyarakat, antara lain halaman TK Rum Balibunga dan area bengkel mesin kapal. Upaya penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pembinaan bengkel mesin kapal milik koperasi unit desa serta pendampingan pengolahan produk turunan pala untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Di bidang pendidikan, dukungan diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui renovasi halaman sekolah dengan pemanfaatan FABA, bantuan peralatan sekolah, serta renovasi atap ruang belajar siswi pesantren. Kegiatan pembelajaran interaktif, sesi berbagi dan motivasi bagi siswa, santriwati, serta orang tua turut dilakukan untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Nilai sejarah dan budaya Tidore juga diperkenalkan melalui peremajaan Monumen Pengibaran Bendera Pertama dan penyediaan infografis sejarah.
Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diperkuat melalui penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore. Pohon tersebut dikembangkan sebagai sumber biomassa untuk mendukung ekosistem co-firing PLTU melalui proses pemanenan dan pencacahan. Masyarakat juga didorong untuk terlibat dalam pengelolaan lingkungan melalui pembentukan kelompok bank sampah, edukasi pemilahan sampah, serta dukungan sarana air bersih melalui sumur bor dan perbaikan saluran distribusi.

Relawan Bakti BUMN Tidore mengumpulkan daun pohon kaliandra untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (dok. PLN)
Dukungan terhadap kualitas hidup masyarakat juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis untuk membantu deteksi dini kondisi kesehatan, serta pemberian makanan tambahan, vitamin, dan makanan bergizi bagi masyarakat di wilayah Ring 1 PLTU Tidore.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Dony Noor Gustiarsyah, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
"Tidore memiliki potensi yang kuat, baik dari masyarakat, sumber daya lokal, maupun kekayaan budaya dan lingkungannya. Peran kami adalah membantu membuka ruang agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terus tumbuh di masyarakat," ujar Dony.
Melalui Relawan Bakti BUMN, kolaborasi antara insan BUMN dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat. Di Tidore, semangat tersebut diwujudkan dengan mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat aspek ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.