IHSG Senin Pagi di Level 5.513

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Senin Pagi di Level 5.513

Husen Miftahudin • 8 June 2026 09:49

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi awal pekan ini mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 8 Juni 2026, IHSG berada di posisi 5.486,311.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.37 WIB, IHSG sempat turun tajam sebelum akhirnya membaik meski masih turun 81,579 poin setara 1,46 persen ke level 5.513,186.

Adapun sebanyak 548 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 102 saham lainnya menguat dan 91 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.37 WIB sebanyak Rp5,875 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 9,253 miliar saham.
 

Baca juga: Pasar Asia Ambruk Tertekan Penurunan Saham AI


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

IHSG berpotensi rebound


Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi tes support di level 5.450-5.500. "Jika kuat di support tersebut, IHSG berpotensi rebound. Diperkirakan support IHSG 5.450-5.500 dan resist IHSG 5.680-5.800," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.

IHSG pada perdagangan Jumat, 6 Juni 2026, ditutup turun 4,2 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp3,72 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BBCA, BMRI, ANTM, dan BBRI.

Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, setelah aksi jual besar-besaran menghantam saham-saham semikonduktor dan teknologi. Indeks Nasdaq Composite turun 4,18 persen, S&P 500 melemah 2,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35 persen.

Di sisi lain, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, 5 Juni 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31 persen dan Topix turun tipis 0,07 persen. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen, Taiex Taiwan turun 1,33 persen, dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen.

Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq memimpin penurunan masing-masing anjlok sebesar 5,54 persen dan 4,51 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah 0,35 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,60 persen. Pelemahan Korea Selatan memimpin di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street sebelumnya, dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing anjlok 13,9 persen dan 9,9 persen.

(Husen Miftahudin)