Sistem Republik islam Iran tetap kokoh usai kematian Ayatollah Ali Khamenei. (Anadolu Agency)
Kematian Khamenei Tak Goyahkan Iran, Akar Budaya dan Religi Berperan Penting
Willy Haryono • 2 March 2026 11:08
Jakarta: Kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel memicu spekulasi mengenai masa depan Republik Islam Iran.
Namun menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit, struktur negara Iran akan tetap kokoh karena ditopang faktor budaya, sosial, dan institusional yang kuat.
Menurut Dian, anggapan bahwa Iran akan runtuh setelah kematian Khamenei merupakan kesalahan dalam memahami karakter masyarakat Iran. Ia mengatakan masyarakat di wilayah pedesaan Iran memiliki tingkat religiusitas dan loyalitas tinggi terhadap sistem pemerintahan.
“Mereka pasti setia di belakang rezim Islam Iran karena mereka menikmati kesejahteraan dasar yang dipenuhi pemerintah,” kata Dian dalam program Breaking News Metro TV, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan pemerintah Iran telah menyediakan layanan dasar seperti listrik, air, gas, serta akses kesehatan dan bantuan sosial yang menjangkau berbagai wilayah.
Kepemimpinan dan Sistem Tetap Berjalan
Dian mengatakan posisi pemimpin tertinggi memiliki peran sentral dalam struktur keagamaan dan politik Iran, dengan pengaruh yang luas di kalangan komunitas Syiah. Meski demikian, ia menilai mekanisme suksesi yang dijalankan Assembly of Experts akan memastikan kesinambungan kepemimpinan.Proses pemilihan pengganti dilakukan melalui mekanisme internal yang mempertimbangkan faktor keagamaan, politik, dan militer.
Dian juga menyinggung simbol pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran, yang menurutnya tidak hanya bermakna pembalasan, tetapi juga penghormatan terhadap pemimpin yang wafat.
Simbol tersebut mencerminkan tekad kolektif untuk melanjutkan perjuangan nasional. Menurutnya, faktor historis dan pengalaman masa lalu turut membentuk daya tahan masyarakat Iran terhadap tekanan eksternal.
Diplomasi Masih Jadi Faktor Penentu
Dian menilai konflik militer pada akhirnya tetap akan ditentukan melalui jalur diplomasi. Namun, ia juga menyoroti keterbatasan Dewan Keamanan PBB dalam mengambil langkah tegas karena pengaruh negara-negara besar.Ia mengatakan situasi ini menunjukkan kompleksitas konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Menurut Dian, kombinasi faktor budaya, sistem politik, dan struktur institusional membuat Iran menjadi negara yang sulit dilemahkan hanya melalui serangan militer.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak kematian Khamenei tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi ujian bagi ketahanan sistem politik Iran secara keseluruhan. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Kibarkan Bendera Merah, Simbol Balas Dendam atas Kematian Khamenei