BRIN: Mitigasi Bencana Berbasis Riset Jadi Kebutuhan Strategis Daerah

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian. ANTARA/HO-BRIN

BRIN: Mitigasi Bencana Berbasis Riset Jadi Kebutuhan Strategis Daerah

Achmad Zulfikar Fazli • 1 March 2026 11:54

Jakarta: Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, menegaskan pentingnya penguatan kebijakan mitigasi risiko bencana berbasis riset dan inovasi dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Penguatan kebijakan mitigasi risiko bencana berbasis riset dan inovasi menjadi kebutuhan strategis dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan," kata Amarulla melalui keterangan di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Amarulla menegaskan riset dan inovasi harus menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan, agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.

Dalam konteks penanggulangan bencana di Sumatra, BRIN telah membentuk Task Force Supporting Penanggulangan Bencana sebagai wujud nyata peran lembaga melalui pendekatan ilmiah.

Amarulla melanjutkan peran strategis BRIN diwujudkan melalui penyediaan data ilmiah dan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Di tingkat daerah, jelas dia, mitigasi risiko bencana diwujudkan melalui integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dan Rencana Kontingensi Daerah.

"Dengan pendekatan ini, mitigasi tidak lagi bersifat responsif, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah," ujar dia.
 

Baca Juga: 

Menhub Tekankan Mitigasi Bencana Jelang Mudik Lebaran



Bencana alam. Foto: Media Indonesia

Amarulla menilai Sumatra Barat sebagai salah satu contoh praktik baik dalam implementasi kebijakan mitigasi risiko bencana di daerah. Provinsi tersebut menghadapi potensi bencana yang kompleks, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor.

Namun, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemangku kepentingan dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat mitigasi berbasis kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Amarulla, pengalaman Sumatra Barat dapat menjadi model penguatan kebijakan daerah dalam mitigasi risiko bencana bagi provinsi maupun kabupaten/kota lain dengan karakteristik kerawanan serupa.

Kebijakan mitigasi yang didukung data ilmiah, perencanaan matang, serta koordinasi antarlembaga terbukti mampu meningkatkan ketangguhan daerah, sekaligus memastikan alokasi anggaran yang tepat pada tahap pembangunan infrastruktur pascabencana.

Ke depan, Amarulla menyebut BRIN akan memfokuskan kebijakan penanggulangan bencana pada penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis riset, pengembangan peta risiko bencana yang dinamis, peningkatan edukasi dan diseminasi ilmu kebencanaan, serta penguatan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Dalam konteks kelembagaan daerah, BRIN mendorong penguatan peran BRIDA dan Bapperida sebagai motor penggerak riset dan inovasi di daerah.

"Kami berharap terbangun pemahaman bersama bahwa mitigasi risiko bencana tidak cukup hanya berbasis pengalaman, tetapi harus diperkuat dengan bukti ilmiah, data yang valid, serta inovasi teknologi yang aplikatif," tutur Amarulla.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)