Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Pramono Targetkan MRT Sampai Kota Tua Rampung Awal 2029
Aris Setya • 14 April 2026 14:37
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proyek pembangunan moda raya terpadu (MRT) fase lanjutan bakal menjangkau kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada awal 2029. Integrasi transportasi massal ini diharapkan mampu menjadikan kawasan bersejarah tersebut sebagai primadona baru bagi pariwisata di ibu kota.
"Yang sekarang ini yang akan kita selesaikan adalah yang pertama MRT sampai dengan Kota Tua mudah-mudahan di tahun 2029 awal sudah selesai," ujar Pramono di Kantor Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.
Selain MRT, Pramono berencana memperluas akses TransJabodetabek untuk terhubung langsung ke Kota Tua, mengadopsi kesuksesan konektivitas yang telah diterapkan di kawasan Blok M. Dengan tersambungnya berbagai moda transportasi, ia optimis aksesibilitas warga dan wisatawan mancanegara menuju Kota Tua akan semakin mudah.
"Kemudian membuka TransJabodetabek ke Kota Tua seperti yang dilakukan ke Blok M," ungkap Pramono.
Pramono meyakini bahwa penggabungan layanan KRL Commuter Line, MRT, hingga TransJakarta/TransJabodetabek ke satu titik akan mengubah wajah pariwisata Jakarta secara signifikan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menyiapkan infrastruktur penunjang yang solid bagi para turis.
.jpg)
MRT. Foto: Media Indonesia/Susanto.
"Karena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat dan terutama memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism," jelasnya.
Terkait usulan pembangunan trem di kawasan tersebut, Pramono menyatakan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak ingin terburu-buru. Ia menekankan perlunya evaluasi teknis dan kajian mendalam sebelum proyek tersebut dieksekusi.
"Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Gubernur (Rano Karno) tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com