Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Press TV)
Iran Kembali Perketat Kendali Selat Hormuz, Trump: Amerika Tak Bisa Diperas
Dimas Chairullah • 19 April 2026 14:52
Washington: Pemerintah Iran kembali memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada Sabtu, setelah sempat dibuka kembali satu hari sebelumnya..
Teheran memberikan peringatan keras kepada para pelaut bahwa Selat Hormuz kembali ditutup untuk sementara waktu.
Merespons manuver agresif tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tunduk pada ancaman apa pun.
"Iran tidak bisa memeras Amerika Serikat dengan cara menutup jalur air tersebut," tegas Trump, dikutip dari AsiaOne.com, Minggu, 19 April 2026.
Teheran berdalih pengetatan ini merupakan balasan langsung atas blokade AS yang terus berlanjut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah AS tersebut dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berjalan.
Bahkan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa angkatan lautnya telah siap siaga untuk memberikan "kekalahan pahit baru" kepada musuh-musuhnya.
Dampak dari pengetatan ini dilaporkan langsung terasa di perairan. Sejumlah sumber pelayaran menyebutkan sedikitnya dua kapal ditembaki dan terkena hantaman saat mencoba melintasi selat tersebut.
Menyusul insiden ini, Pemerintah India langsung memanggil Duta Besar Iran di New Delhi guna menyampaikan keprihatinan mendalam atas diserangnya dua kapal kargo berbendera India.
Sementara itu, media pemerintah Iran yang mengutip Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyatakan bahwa kontrol Teheran atas selat tersebut kini mencakup pemberlakuan tarif. Kapal yang melintas akan dituntut membayar biaya layanan keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.
Manuver keras Teheran ini memicu ketidakpastian baru seputar negosiasi damai AS-Iran. Risiko terganggunya pengiriman minyak dan gas global kembali membayangi, tepat ketika Washington tengah menimbang keputusan untuk memperpanjang atau mengakhiri masa gencatan senjata.
Baca juga: Blokade Laut AS Paksa 21 Kapal Putar Balik di Sekitar Selat Hormuz