Pengembangan Potensi Wisata Budaya Perlu Kolaborasi Antarpemerintah

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Rumah Tuo Leluhur Adat, Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat, Selasa (14/4/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

Pengembangan Potensi Wisata Budaya Perlu Kolaborasi Antarpemerintah

Siti Yona Hukmana • 14 April 2026 20:07

Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan pengembangan potensi wisata budaya perlu didorong melalui kolaborasi antarpemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Hal itu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Upaya ini harus terus didorong melalui kolaborasi semua pihak. Tadi saya juga berdiskusi dengan Bupati Pasaman mengenai langkah-langkah yang bisa dikerjakan bersama,” kata Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.

Hal ini disampaikan Rano saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Rumah Tuo Leluhur Adat, Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat. Rano mengatakan, Bonjol memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Potensi itu didukung kekayaan alam, sejarah, serta kedekatan dengan sosok Pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol.

“Saya melihat Bonjol memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi alam, budaya, maupun sejarah. Saya ingin Bonjol dan Pasaman menjadi destinasi wisata budaya yang kuat, bukan sekadar tempat yang dilewati, tetapi tujuan yang membuat orang singgah dan jatuh cinta pada budayanya,” kata Rano.

Dalam kesempatan itu, Rano menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan adat budaya sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus penguatan potensi wisata budaya. Menurut dia, adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus diwariskan dan dihadirkan dalam kehidupan masyarakat agar tetap hidup lintas generasi.

“Adat dan budaya harus kita jaga dan hidupkan. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenalnya dari cerita. Mereka harus bisa merasakan langsung nilai dan maknanya,” ungkap Rano.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Lebih lanjut, Wagub Rano menyebut prosesi Makan Bajamba mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan yang penting untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Adat Makan Bajamba mengajarkan kita tentang kebersamaan, duduk melingkar tanpa sekat, saling menghargai, dan mempererat persaudaraan tanpa memandang status. Inilah warisan yang harus kita jaga dan majukan bersama,” ujar Rano.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)