Wakil Gubernur Prefektur Miyazaki, Toshiro Hinokuma, hadir dalam peluncuran perdana Halal Miyazaki Wagyu di Jakarta. Dok. Istimewa
Hubungan Ekonomi Jepang-Indonesia Diperkuat lewat Ekspor Daging Premium
Achmad Zulfikar Fazli • 18 August 2026 19:41
Jakarta: Jepang dan Indonesia terus memperkuat hubungan kerja sama di sektor ekonomi. Salah satu bentuk penguatan dilakukan lewat ekspor daging premium.
Prefektur Miyazaki yang telah mengantongi sertifikasi halal dengan pengakuan sah akan mengekspor daging ke Indonesia. Langkah ini dilakukan karena pasar Indonesia dinilai sebagai titik strategis memperluas distribusi ke negara-negara yang didominasi penduduk Muslim.
Untuk menandai tonggak perdagangan ini, para petinggi menggelar resepsi formal di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan berbagai pihak dari industri makanan lokal dan sektor bisnis Tanah Air serta didukung PT Indosps Bogatama Sukses.
Pertemuan tersebut menjadi ajang pembahasan kerja sama mendatang, serta menyoroti keuntungan ekonomi yang saling menguntungkan dari masuknya produk pertanian Jepang berlabel halal ke pangsa pasar yang lebih luas.
Wakil Gubernur Prefektur Miyazaki, Toshiro Hinokuma mengatakan persiapan pembangunan tempat pengolahan khusus telah dilakukan di Kota Saito, Prefektur Miyazaki. Fasilitas tersebut menerapkan metode pemotongan manual oleh tenaga kerja manusia, tidak dengan mesin sebagaimana biasanya, agar sesuai dengan aturan halal yang ketat.
“Sejak Februari tahun ini kami sudah mengantongi semua sertifikasi dan dokumen untuk memulai ekspor daging Wagyu Miyazaki ke Indonesia,” jelas Hinokuma dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pemerintah setempat mengakui prosedur baru ini membawa tantangan adaptasi yang cukup berat dan penyesuaian besar-besaran bagi industri setempat. Namun, mereka tetap bertekad memenuhi kebutuhan khusus pembeli dari konsumen mancanegara.
“Proses kami lakukan tepat menurut metode halal. Baik mutu daging maupun keharusan halal menjadi pertimbangan kami,” papar Hinokuma.

Ilustrasi suasana acara peluncuran Halal Miyazaki Wagyu di Hotel AYANA Midplaza Jakarta. Dok. Istimewa
Agar target tercapai, delegasi Jepang menjalin kemitraan jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan Indonesia. Mereka akan terlibat langsung dengan pelaku usaha lokal di sektor ritel.
Strategi awal masuk pasar meliputi pasokan ke dapur-dapur profesional di kawasan perhotelan ternama. Misalnya, kemitraan yang sudah berjalan dengan sejumlah restoran di Jakarta dijadikan ajang perkenalan sebelum distribusi dalam negeri meluas.
Secara keseluruhan, kesepakatan ekspor ini berimplikasi lebih besar terhadap strategi perdagangan global Jepang. Pasalnya, Indonesia dianggap penting dari sisi kependudukan berkat jumlah penduduk muslim yang signifikan.
Keberhasilan di tahap awal ini berpotensi melancarkan kesepakatan dagang mendatang dengan negara-negara lain yang memiliki kebutuhan sertifikasi serupa. Pihak prefektur menilai kerja sama bilateral ini sebagai pijakan awal bagi keterlibatan ekonomi berkelanjutan di sektor pangan internasional.
“Ekspor Wagyu Miyazaki ke sejumlah besar negara Islam masih terkendala. Maka dari itu, kami berharap orang-orang di sana bisa segera menikmati daging Miyazaki,” ujar Hinokuma.