Ogah 'Aji Mumpung', Pemerintah Tetap Pangkas Kuota Produksi Batu Bara

Ilustrasi batu bara. Foto: Freepik.

Ogah 'Aji Mumpung', Pemerintah Tetap Pangkas Kuota Produksi Batu Bara

Husen Miftahudin • 10 March 2026 14:35

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap memangkas kuota produksi batu bara meskipun harga komoditas tersebut meroket hingga di atas USD130 per ton akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

"Ini kan (kenaikan harga batu bara) kejadian baru-baru aja nih. Kita jangan langsung nyimpulin," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.

Harga batu bara meroket dari yang semula berada di bawah USD120 per ton, kini melampaui USD130 per ton dalam kurun waktu kurang lebih sepekan. Lonjakan tersebut disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Tri menyampaikan pemerintah pasti menyiapkan langkah antisipatif, salah satunya adalah memberi ruang bagi para penambang batu bara untuk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Pengusaha tambang batu bara dapat mengajukan revisi dari RKAB 2026 yang telah disetujui oleh pemerintah. Para pengusaha dapat mengajukan revisi pada pertengahan tahun 2026.

Salah satu acuan yang dapat menjadi dasar merevisi RKAB 2026 adalah dinamika permintaan batu bara. "Jadi, pintu-pintu itu sudah kami siapkan. Jangan gegabah, kira-kira begitu," ucap Tri.
 

Baca juga: PLN Dapat 84 Juta Ton Batu Bara, Listrik di Indonesia Dipastikan Tak Akan 'Kedip'


(Ilustrasi Gedung Kementerian ESDM. Foto: dok Kementerian ESDM)
 

Kuota produksi batu bara 2026 berkurang 190 juta ton


Kuota produksi batu bara 2026 ditetapkan sekitar 600 juta ton, atau berkurang sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Pemerintah berharap terjadi peningkatan harga batu bara di pasar dunia dari kebijakan pemangkasan produksi batu bara.

Tri tidak mau membuat kebijakan secara gegabah, sebab ia tidak ingin terjadi kelebihan suplai batu bara jika diberikan kelonggaran hanya karena harga batu bara yang mengalami peningkatan selama sepekan terakhir.

"Jangan sampai nanti dinaikkan (kuota produksi batu bara), jor-joran (produksinya), terus habis itu (harganya) turun lagi. Cari keseimbangan lah," ucap Tri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)