Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memberikan pemaparan pada kunjungan Program 3 Juta Rumah di Cikarang, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Imamatul Silfia.
Pemerintah Groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta untuk Program 3 Juta Rumah
Ihfa Firdausya • 9 March 2026 11:10
Jakarta: Pemerintah resmi memulai pembangunan Rumah Susun (Rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah era Presiden Prabowo Subianto. Proyek strategis yang melibatkan kolaborasi sektor publik dan swasta ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Minggu, 8 Maret 2026.
“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam keterangan resminya, dilansir Media Indonesia, Senin, 9 Maret 2026.
Maruarar menjelaskan bahwa pembangunan secara vertikal menjadi solusi efisiensi lahan yang masif. Di atas lahan seluas 30 hektare, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian. Jika menggunakan konsep rumah tapak, kebutuhan lahan diperkirakan bisa membengkak hingga 1.200 hektare.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut proyek ini sebagai model percontohan nasional. Ia menekankan bahwa sektor perumahan memiliki dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang sangat besar terhadap pertumbuhan nasional.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelas Hashim.

Ilustrasi program tiga juta rumah. Foto: Kementerian PKP.
Dukungan penuh juga datang dari sisi pembiayaan melalui Danantara Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan nilai investasi untuk pembangunan 18 tower rusun setinggi 32 lantai ini mencapai belasan triliun rupiah.
“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.
Selain di Bekasi, pemerintah kini tengah membidik pengembangan serupa di Kota Depok dengan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komdigi seluas 45 hektare. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat luas secara cepat dan berkepastian hukum.