Kawasan Bromo Tutup Total Dua Hari Selama Nyepi

Sejumlah wisatawan berkunjung ke Lembah Watangan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. ANTARA/Ananto Pradana

Kawasan Bromo Tutup Total Dua Hari Selama Nyepi

Whisnu Mardiansyah • 13 March 2026 15:30

Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberlakukan penutupan di kawasan Gunung Bromo dari aktivitas wisata pada 19-20 Maret 2026 untuk memperingati Hari Suci Nyepi. Penutupan ini sebagai bentuk penghormatan dan menjunjung nilai toleransi terhadap umat Hindu yang akan melaksanakan Nyepi.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan penutupan kawasan Bromo akan dilakukan secara penuh selama dua hari.

"Kami menutup kawasan Bromo pada 19-20 Maret 2026 (Hari Suci Nyepi) itu dilakukan full ya. Untuk pembukaan kembali pada 21 Maret 2026," kata Septi di Kota Malang, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Jumat, 13 Maret 2026.

Berdasarkan unggahan pihak balai besar, penutupan kawasan Bromo akan dimulai pada pukul 00.00 WIB dan kembali dibuka pada pukul 12.00 WIB. Balai Besar TNBTS tidak ingin aktivitas wisata mengganggu kesakralan momen hari raya keagamaan.

Untuk saat hari H Idulfitri, Balai Besar TNBTS menetapkan operasional akan dilakukan setelah pelaksanaan Salat Id. Namun, kebijakan ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait penetapan jadwal Idulfitri 1447 Hijriah.
 


"Kalau semisal Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026 kami akan membuka setengah hari. Tapi setelah itu akan buka dari dini hari sampai pukul lima sore," ucapnya.

Pihak TNBTS telah melakukan serangkaian persiapan untuk melayani kedatangan wisatawan selama libur Lebaran, mulai dari pengetatan pemantauan kawasan, pemeriksaan fasilitas dan sarana prasarana umum, hingga koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah terkait mekanisme pengamanan. Diperkirakan sepanjang momen Lebaran 2026, destinasi wisata Gunung Bromo akan dikunjungi setidaknya 5.000 wisatawan.

Balai Besar TNBTS saat ini juga memberlakukan penutupan total di kawasan Ranu Regulo hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut disebabkan faktor cuaca ekstrem. Pembukaan Ranu Regulo akan dilakukan apabila kondisi cuaca sudah dinyatakan memungkinkan dan tidak berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan.

"Karena di sana banyak pohon, kami khawatir ada yang tumbang," tutur dia.


Arsip foto: Objek wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)