Imbas Cuaca Ekstrem, TNBTS Tutup Sementara Wisata Ranu Regulo

Dampak tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang di sekitar area perkemahan Ranu Regulo/istimewa.

Imbas Cuaca Ekstrem, TNBTS Tutup Sementara Wisata Ranu Regulo

Daviq Umar Al Faruq • 9 March 2026 09:38

Malang: Aktivitas berkemah di kawasan Ranu Regulo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), resmi ditutup sementara mulai Maret 2026. Penutupan dilakukan oleh Balai Besar TNBTS sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Jawa Timur.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan berintensitas tinggi sepanjang Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta gangguan atmosfer seperti Low, MJO, dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan keputusan penutupan diambil demi mengutamakan keselamatan pengunjung di kawasan wisata alam tersebut.

"Maka kunjungan ke Ranu Regulo ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Rudijanta, Senin, 9 Maret 2026.
 


Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil. Otoritas taman nasional juga menilai risiko bencana alam meningkat seiring tingginya curah hujan di kawasan pegunungan.

Ancaman yang diwaspadai meliputi tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang di sekitar area perkemahan. Situasi tersebut berpotensi membahayakan wisatawan yang beraktivitas di alam terbuka.

Pihak pengelola memberikan solusi bagi wisatawan yang telah membeli tiket kunjungan secara daring. Penjadwalan ulang dapat dilakukan bagi pengunjung yang telah memesan tiket melalui booking online di laman bromotenggersemeru.id pada periode 8–31 Maret 2026.


Arsip foto: Objek wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo

"Adapun mekanisme reschedule akan disampaikan menjelang kepastian objek wisata dibuka kembali," ujar Rudijanta.

Balai Besar TNBTS berharap kebijakan ini dapat dipahami oleh masyarakat, pelaku wisata, maupun calon pengunjung. Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah pencegahan agar aktivitas wisata tetap aman ketika kondisi cuaca kembali membaik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)