Penanganan tanah longsor di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.
Akses ke Bromo Via Malang Kembali Bisa Dilalui Pascalongsor
Daviq Umar Al Faruq • 2 March 2026 12:39
Malang: Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng Gunung Bromo dalam tiga hari terakhir memicu tanah longsor di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Material tebing setinggi sekitar empat meter ambrol dan sempat menutup akses utama menuju Desa Ngadas pada Minggu malam, 1 Maret 2026.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Barat Pos Trisula, yang merupakan salah satu pintu masuk kawasan wisata menuju Gunung Bromo. Laporan kejadian diterima Posko Laporan (Poslap) Tumpang dan masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sekitar pukul 22.30 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi berturut-turut selama tiga hari. Kondisi tanah yang labil membuat tebing tidak mampu menahan beban air dan akhirnya runtuh ke badan jalan.
"Berdasarkan hasil informasi terpantau tiga hari kemarin berturut-turut dengan intensitas hujan sedang hingga deras disertai angin di wilayah Kecamatan Poncokusumo yang mengakibatkan tebing dengan ketinggian kurang lebih 4 meter di Barat Pos Trisula longsor karena kondisi tanah yang kurang labil akibat hujan berhari-hari," kata Sadono, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga :
Longsor Tutup Akses 300 KK di Ampelgading Malang
Akibat kejadian itu, akses jalan dari Desa Gubugklakah menuju Desa Ngadas sempat tertutup material longsor. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat harus diatur bergantian sembari menunggu proses pembersihan.
BPBD Kabupaten Malang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan.
Koordinasi juga dilakukan bersama unsur terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Poncokusumo, perangkat desa, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Sadono memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
"Penanganan dan pembersihan material longsor selesai pukul 10.30 WIB. Saat ini jalur Gubugklakah ke Desa Ngadas sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat," ujar Sadono.
Dalam proses penanganan, petugas sempat menghadapi kendala jaringan komunikasi yang sulit di lokasi kejadian. Kebutuhan mendesak di lapangan berupa peralatan manual seperti cangkul dan sekop untuk mempercepat pembersihan material.
Hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 11.33 WIB, kondisi jalur dilaporkan sudah normal dan dapat dilalui kendaraan. BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Poncokusumo masih berpotensi tinggi.