Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), meninjau kedatangan material tower pengganti di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Foto: Istimewa
Fajri Fatmawati • 29 November 2025 13:04
Banda Aceh: Pemerintah Aceh mendorong percepatan perbaikan sistem kelistrikan yang terdampak banjir besar, dengan memprioritaskan pemulihan agar seluruh sektor pelayanan dan perekonomian dapat kembali bergerak.Hal ini ditegaskan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), usai meninjau kedatangan material tower pengganti di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.
Mualem menyatakan bahwa pemadaman listrik berkepanjangan dapat menghambat penanganan pengungsi dan berbagai layanan publik lainnya. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung PLN dan seluruh pihak terkait.
“Prioritas kita adalah pemulihan listrik agar seluruh sektor bisa kembali bergerak. Pemerintah Aceh akan mendukung penuh upaya PLN dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat perbaikan ini,” kata Mualem, Sabtu, 29 November 2025.
Baca Juga :

Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi memberikan dukungan untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh (Foto:Dok.PLN)
Peninjauan tersebut dilakukan Gubernur setelah material tower pengganti untuk percepatan pemulihan kelistrikan tiba di Aceh dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules.
"Material yang dibawa tersebut merupakan bagian dari upaya darurat PLN untuk mengganti sejumlah tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang roboh," ujar Mualem.
Kerusakan hebat ini disebabkan oleh banjir besar yang melanda beberapa jalur transmisi penting di Aceh. Jalur transmisi yang terdampak dan menyebabkan pemadaman luas meliputi jalur Bireuen–Arun, Brandan–Langsa, serta Peusangan–Bireuen.
"Kerusakan pada jalur-jalur kritis inilah yang kemudian mengganggu pasokan listrik ke sejumlah wilayah," jelas Mualem.