Asia Diprediksi Tetap Jadi Mesin Pertumbuhan Global di 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Asia Diprediksi Tetap Jadi Mesin Pertumbuhan Global di 2026

Eko Nordiansyah • 16 January 2026 15:35

London: Kawasan Asia diproyeksikan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 meski menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi dunia. Laporan Asia House Annual Outlook 2026 yang dirilis Kamis, 15 Januari 2026 menyoroti ketahanan kawasan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, perdagangan antarregional yang mendalam, serta digitalisasi yang cepat.

"Ekonomi Asia menunjukkan ketahanan luar biasa dan terus melaju," tegas CEO Asia House Michael Lawrence dalam keterangannya, dikutip dari Xinhua, Jumat, 16 Januari 2026.

Laporan ini juga menggarisbawahi posisi strategis beberapa negara Asia di sektor kunci seperti produksi semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI), yang mencerminkan fundamental ekonomi sehat dan lingkungan investasi yang menguntungkan.

Kontribusi negara dan transformasi energi

Tiongkok diprediksi tetap memimpin dunia dalam penerapan energi terbarukan pada 2026, sementara berbagai negara Asia mengalokasikan dana besar untuk proyek nuklir, angin, dan surya guna menjamin keamanan energi.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Pertumbuhan ekonomi juga diharapkan kuat dari Filipina, Indonesia, dan Malaysia, menunjukkan daya tahan regional di tengah ketidakpastian global.

Penulis utama laporan Matilda Townsend menambahkan bahwa beberapa ekonomi Asia memperkuat posisinya di sektor strategis, mengukuhkan fundamental ekonomi yang solid dan iklim investasi yang kondusif. Transformasi energi hijau di kawasan ini tidak hanya mendukung pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang.

Prospek dan tantangan ke depan

Meski prospek positif, Asia tetap menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi pasar komoditas, dan perlambatan permintaan global. Namun, integrasi ekonomi intra-Asia yang semakin erat melalui perjanjian perdagangan regional dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada pasar luar dan menciptakan siklus pertumbuhan mandiri.

Laporan ini menjadi sinyal optimistis bagi investor global bahwa Asia tetap menjadi destinasi utama bagi arus modal dan inovasi. Dengan fondasi yang kuat dan komitmen pada transformasi berkelanjutan, kawasan ini diproyeksikan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memimpin transisi ekonomi global menuju model yang lebih hijau dan inklusif. (Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)