Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bukan Singapura atau Thailand, Vietnam Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN
Eko Nordiansyah • 16 January 2026 13:23
Jakarta: Vietnam menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi utama di Asia Tenggara (ASEAN) berkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 8,02 persen di 2025. Keberhasilan ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang mengarahkan ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melansir dari laman The Nation, Kamar Dagang dan Industri Thailand di Vietnam, menilai bahwa negara tersebut akan tetap menjadi salah satu pelopor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan. Jika sebelumnya Thailand diperkirakan tumbuh lebih stabil, namun Vietnam juga diprediksi mencapai ukuran yang sama dengan Thailand pada 2029
Rencana Vietnam ke depan
Di sisi lain, Vietnam menargetkan pertumbuhan PDB untuk 2026–2030 mencapai 10 persen. Hal tersebut selaras dengan tujuannya yang ingin menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.Adapun PDB per kapita diperkirakan sebesar USD5 ribu pada 2024 dan ditaksir naik menjadi USD8,5 ribu pada 2030 atau meningkat sekitar 60 persen. Selain itu, Vietnam juga menargetkan terwujudnya emisi karbon net zero pada tahun 2050.

(Ilustrasi, geliat perekonomian di Vietnam. Foto: vietnam-briefing.com)
Mengapa Vietnam lebih unggul di kawasan?
Di balik keberhasilan pertumbuhan Vietnam terdapat keunggulan struktural yang turut mendukung, di antaranya sebagai berikut:1. Populasi besar dan muda
Vietnam memiliki populasi sekitar 106 juta jiwa pada 2025 dan hampir 70 persen di antaranya berada dalam angkatan kerja.2. Biaya kompetitif
Vietnam menawarkan kondisi biaya yang kompetitif dengan upah sekitar 20 persen lebih rendah dan biaya listrik 35 persen lebih murah dibanding Thailand. Biaya ini termasuk yang terendah di ASEAN.3. Stabilitas politik dan moneter
Vietnam memiliki kebijakan politik dan moneter yang relatif stabil serta pendekatan ekspor yang berorientasi pada devisa.4. FDI yang kuat
Penanaman Modal Asing mencapai Vietnam sekitar USD38 miliar pada 2024, lebih tinggi dibanding Thailand yang USD32 miliar. Dengan aliran investasi ini membuat Vietnam semakin fokus pada industri teknologi tinggi dan kecerdasan buatan.5. Peta jalan menuju ekonomi berpendapatan tinggi
Hal tersebut tercermin dari dilakukannya reformasi administratif, percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pergeseran ke industri bernilai tambah tinggi.Kombinasi di atas berhasil mendorong negara Vietnam sebagai sumber kekuatan ekonomi regional. Meski menghadapi tantangan global, momentum yang ada memberi Vietnam kesempatan untuk menjadi acuan baru dalam pertumbuhan dan inovasi di kawasan ASEAN. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)