Ilustrasi Kota Vietnam. Foto: dok Economica Vietnam.
Ini Faktor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Vietnam 2025
Eko Nordiansyah • 16 January 2026 11:35
Jakarta: Kantor Statistik Nasional Vietnam secara resmi mengumumkan pertumbuhan ekonomi negara pada 2025 mencapai 8,02 persen. Pertumbuhan tersebut tak lepas dari peran konsumsi domestik, kinerja sektor jasa, serta derasnya arus investasi asing.
Mengutip dari laman resmi The Nation, Kamar Dagang dan Industri Thailand di Vietnam telah mencatat pergerakan ekonomi Vietnam di 2025. Pada kuartal pertama dan kedua ekonomi Vietnam berhasil tumbuh sebesar 7 persen. Kemudian di kuartal ketiga meningkat menjadi 8 persen. Sehingga dalam pertumbuhan sembilan bulan pertama di 2025, Vietnam mencapai angka rata-rata 7 persen.
Keberhasilan ini membawa Vietnam menjadi negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di ASEAN tahun 2025. Sebagai perbandingan dalam periode yang sama, Filipina tumbuh sekitar 4–6 persen, disusul dengan Indonesia sekitar 5 persen, dan Thailand yang hanya sekitar 2–3 persen. Angka 8 persen yang diraih Vietnam jauh lebih unggul dibandingkan negara lainnya.
Komponen kunci di balik pertumbuhan Vietnam
Kamar Dagang dan Industri Thailand di Vietnam menyoroti empat komponen penting penggerak pertumbuhan Vietnam pada sembilan bulan pertama di 2025, di antaranya sebagai berikut:1. Pertumbuhan kelas menengah dan konsumsi menguat
Secara demografis, penduduk Vietnam didominasi oleh usia produktif atau relatif muda dengan jumlah yang besar. Hal ini membuat permintaan dalam negeri semakin menguat. Di saat yang sama, kelas menengah juga terus berkembang dan diperkirakan akan memperluas pasar konsumsi, sehingga kebutuhan terhadap berbagai produk akan terus meningkat..jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
2. Lonjakan investasi dan peran FDI
Kamar Dagang dan Industri Thailand menilai investasi memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi Vietnam. Investasi menyumbang sekitar 25 persen atau setara USD84 miliar terhadap perekonomian, dengan arus penanaman modal asing (FDI) yang melonjak tajam sepanjang tahun 2020–2025.3. Belanja pemerintah dan pembangunan jangka panjang
Selanjutnya Kamar Dagang dan Industri Thailand menilai belanja pemerintah Vietnam difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan dukungan reformasi pusat dan daerah. Hingga 2030, kebutuhan investasi infrastruktur sangat besar dan akan ditopang kuat oleh keterlibatan sektor swasta, termasuk pengembangan tenaga ahli teknologi dan integrasi perusahaan Vietnam ke rantai pasok global.4. Dorongan sektor perdagangan
Vietnam mencatat kinerja perdagangan yang kuat dengan ekspor mencapai USD430 miliar dan impor USD410 miliar. Capaian tersebut didukung oleh jaringan 17 perjanjian perdagangan bebas yang menjangkau lebih dari 60 negara serta perluasan mitra dagang baru. Posisi tarif Vietnam yang relatif lebih rendah di pasar Amerika Serikat (AS) membuat daya saingnya tetap terjaga.Melihat dari empat komponen di atas, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Vietnam ditopang dengan perdagangan yang kuat, arus investasi, serta kebijakan yang konsisten. Target 10 persen yang dicanangkan dapat terwujud apabila Vietnam mampu menjaga momentum serta memanfaatkan peluang global yang ada. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)