Mantan Duta Besar (Dubes) untuk Vietnam 2015–2020 Ibnu Hadi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Keberhasilan Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Bukan Instan, Konsisten Sejak 2010-an
Eko Nordiansyah • 16 January 2026 10:35
Jakarta: Keberhasilan Vietnam mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2025 mencuri perhatian kawasan Asia Tenggara. Capaian ini mencerminkan keberhasilan kebijakan dan strategi pembangunan yang dijalankan di tengah ketidakpastian kondisi global.
Mantan Duta Besar (Dubes) untuk Vietnam 2015–2020 Ibnu Hadi menyampaikan, proses pertumbuhan ekonomi Vietnam sudah terlihat sejak awal masa tugasnya. Hal itu tercermin dari masifnya pembangunan infrastruktur yang mulai digencarkan pada masa itu.
“Vietnam telah mengalami pertumbuhan tinggi 7–9 persen sebelum saya tiba. Ketika Saya tiba di awal tahun 2016, mereka (Vietnam) sudah berada di tengah proses pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Beberapa hal yang signifikan terlihat secara fisik yaitu jalan-jalan tol baru, bandara yang di Hanoi baru diresmikan, dan fasilitas kawasan industri di selatan dan utara sudah berjalan dengan baik,” ujar Ibnu, dikutip dari Top Economy Metro TV, Kamis, 15 Januari 2026.
Baca Juga :
Kunci Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen ala Vietnam

(Ilustrasi, geliat perekonomian di Vietnam. Foto: vietnam-briefing.com)
Optimistis pasang target pertumbuhan
Di tahun 2026 ini, pemerintah Vietnam secara optimis menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen. Ibnu menilai bahwa hal tersebut besar kemungkinan terjadi lantaran Vietnam telah tumbuh secara konsisten sejak 2010.“Kalau menurut Saya itu berkelanjutan, karena sudah tercipta sejak tahun 2010-an. Meski sempat mengalami penurunan tahun 2015 sekitar 5 persen, namun kembali tumbuh menjadi 7 persen. Ketika saya bertugas di sana Vietnam konsisten tumbuh di 7–8 persen, kecuali ketika covid tahun 2020. Dan ketika saya pulang, Vietnam terus-menerus tumbuh di angka itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibnu menilai bahwa pesatnya pertumbuhan industri di Vietnam merupakan komitmen secara nasional. Ditambah Vietnam menganut sistem komunis sehingga mereka bergerak satu komando.
“Vietnam pesat dalam industri karena memang sudah menjadi kesepakatan nasional. Jangan lupa bahwa Vietnam merupakan negara komunis dan hanya satu partai, jadi satu arahan dari atas langsung di jalankan sampai ke bawah secara seragam,” tutupnya. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)