Ilustrasi, geliat perekonomian di Vietnam. Foto: vietnam-briefing.com
Kunci Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen ala Vietnam
Eko Nordiansyah • 15 January 2026 22:08
Jakarta: Menatap tahun 2026, pemerintah Vietnam tidak ingin berpuas diri. Usai mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 8,02 persen di 2025, Perdana Menteri Pham Minh Chinh, telah menetapkan target ambisius di tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen.
Perekonomian Vietnam pada 2026 ini berada dalam kondisi yang relatif optimis meskipun tetap dihadapkan oleh tantangan dinamika pasar global. Melansir dari Vietnam.vn, pemerintah Vietnam telah mempersiapkan sejumlah rencana strategis untuk mewujudkan target pertumbuhan dua digit. Pemerintah tak hanya dituntut mampu menangkap peluang baru, namun juga lebih sigap dan adaptif dalam merespon tekanan rantai pasok internasional.
Strategi menyambut pertumbuhan 10 persen
Berikut merupakan rincian strategi yang telah disiapkan pemerintah Vietnam dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi 10 persen yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional Vietnam:- Persatuan seluruh sistem politik untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan selaras.
- Penguatan sektor industri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
- Optimalisasi peran daerah dalam mendorong investasi dan ekonomi lokal.
- Memanfaatkan peluang baru yang muncul.
- Menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan yang berkelanjutan.
- Kewaspadaan terhadap perdagangan global guna mengantisipasi risiko eksternal.
(2).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Target 10 persen di mata para ahli
Ambisi pertumbuhan dua digit ini pun menarik perhatian luas, termasuk dari kalangan ekonom dan pengamat kebijakan di Vietnam yang mulai memberikan berbagai pandangan dan catatan kritis. Berikut sejumlah pandangan ahli soal target pertumbuhan 10 persen dilansir dari Vietnam.vn.Seorang ahli bernama Dr. Nguyen Tri Hieu, menilai 2026 sebagai momentum emas bagi Vietnam. Target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 10 persen atau lebih bukan hanya bernilai ekonomi, namun juga menjadi sinyal kekuatan internal yang mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan para investor. Ditambah adanya dukungan dari investasi infrastruktur, teknologi tinggi, serta transformasi digital sektor keuangan untuk menarik investasi asing langsung (FDI) berkualitas.
Meski peluangnya besar, Dr. Nguyen Tri Hieu, juga menyatakan bahwa target pertumbuhan digit tetap menjadi ujian besar bagi kapasitas kebijakan dan sistem keuangan Vietnam. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pembenahan pada sistem keuangan agar aliran modal benar-benar mengalir ke sektor produktif.
Di sisi lain, perwakilan komunitas bisnis Hanoi, Dr. Mac Quoc Anh, menyambut optimistis kebijakan awal 2026. Target pertumbuhan 10 persen dan pendekatan manajemen yang cepat dinilai memberi dorongan baru bagi sektor swasta. Sementara komitmen digitalisasi dan ekonomi hijau membuka peluang lebih besar bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk masuk ke rantai nilai global. Prioritas investasi infrastruktur dan teknologi tinggi juga dianggap mampu mengatasi hambatan logistik dan teknologi.
Meski begitu, Dr. Mac Quoc Anh juga memandang bahwa 2026 sebagai momen perubahan besar bagi UKM Vietnam. Rencana besar ini menuntut pelaku usaha cepat beradaptasi dengan standar perdagangan dan lingkungan global yang semakin ketat. Oleh karena itu, pelaku bisnis berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis guna menekan biaya dan meningkatkan daya saing. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)