Ketangguhan Vietnam Menghadapi Gejolak Ekonomi Global

Ilustrasi Kota Vietnam. Foto: dok Economica Vietnam.

Ketangguhan Vietnam Menghadapi Gejolak Ekonomi Global

Eko Nordiansyah • 15 January 2026 19:40

Jakarta: Di tengah tekanan inflasi dan risiko gangguan rantai pasokan global, Vietnam memasuki 2026 dengan optimisme baru. Stabilitas ekonomi yang terjaga sepanjang 2025 menjadi fondasi kuat bagi negara ini untuk melangkah lebih percaya diri. Hal ini menandai babak penting transformasi pembangunan nasional di tengah persaingan global yang kian ketat.

Optimisme Vietnam tumbuh 10 persen 2026

Merangkum dari Vietnam.vn, pada pekan pertama Januari 2026, Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh, menegaskan ambisi kuat pertumbuhan Vietnam di 2026. Mengacu pada Resolusi No.244/2025/QH15 Majelis Nasional, pemerintah menetapkan target baru pertumbuhan  Produk Domestik Bruto (PDB) 2026 sebesar 10 persen atau lebih. Hal ini mencerminkan tekad kuat Vietnam untuk mencetak terobosan pada fase pembangunan nasional yang baru.

Dalam konferensi daring nasional pada 3 Januari 2026, Pham Minh Chinh menyatakan bahwa 2026 merupakan tahun percepatan pembangunan pemerintah. Di tahun ini pemerintah akan memfokuskan pembangunan yang berkualitas dengan memanfaatkan transformasi digital dan ekonomi hijau. Langkah berani ini bertujuan untuk memperkuat posisi Vietnam dalam rantai pasokan global tanpa perlu mengorbankan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan. 

Selain itu, PM Vietnam juga menyampaikan harapan ini dapat tercapai seiring dengan meningkatnya produktivitas tenaga kerja serta inovasi demi pertumbuhan yang berkelanjutan. 

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Arah kebijakan keuangan Vietnam 2026

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, Menteri Keuangan (Menkeu) Nguyen Van Thang, menegaskan bahwa kebijakan fiskal pada 2026 akan dijalankan secara proaktif, adaptif, dan terfokus pada sektor-sektor strategis. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah merampungkan pedoman pelaksanaan Resolusi No. 01/NQ-CP agar kebijakan dapat diterapkan secara serentak sejak kuartal pertama 2026. 

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario respons mengantisipasi gejolak pasar internasional. Kebijakan fiskal menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta mengendalikan inflasi di bawah 4 persen. 

Pada saat yang sama, sektor keuangan juga mempercepat modernisasi sistem perpajakan dan mendorong transformasi digital dalam pengelolaan anggaran negara. Alokasi fiskal diprioritaskan bagi proyek infrastruktur serta pengembangan sektor teknologi tinggi. 

Strategi Vietnam menuju pertumbuhan ekonomi 2026–2030

Pendiri Komunitas Penasihat Keuangan Vietnam sekaligus CEO AFA Capital, Nguyen Minh Tuan, merumuskan tiga pilar strategis yang dapat mengantarkan perekonomian Vietnam ke era pemberdayaan, berikut rinciannya:

1. Reformasi kelembagaan

Pemerintah Vietnam menempatkan reformasi kelembagaan sebagai terobosan strategis 2026–2030, yang fokusnya adalah menyempurnakan regulasi, merampingkan birokrasi, dan memperbaiki sistem penggajian. Pertumbuhan ekonomi akan digeser ke sektor swasta melalui restrukturisasi perusahaan milik negara dan seleksi investasi asing.

2. Terobosan infrastruktur

Strategi kedua adalah terobosan infrastruktur. Terdapat empat poin yang menjadi terobosan kunci dalam strategi ini yakni transportasi, infrastruktur digital, energi, serta pengembangan ekonomi regional melalui zona ekonomi utama. 

3. Revolusi sumber daya manusia (SDM)

Terobosan terakhir adalah SDM yang menjadi kunci untuk pertumbuhan PDB 10 persen selama 2026–2030. Fokus ekonomi digeser dari pemanfaatan tenaga kerja murah ke pengembangan tenaga kerja berbasis pengetahuan. 

Dengan kebijakan fiskal yang proaktif dan transformasi struktural yang berkelanjutan, Vietnam memasuki 2026 dengan fondasi yang semakin kokoh. Meski tantangan global terus menghantui, dengan modal tersebut Vietnam dapat menjaga momentum sekaligus mendorong lompatan ekonomi yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)