Eks Kepala Staf Militer Israel Bertekad Kalahkan Netanyahu dalam Pemilu 2026

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)

Eks Kepala Staf Militer Israel Bertekad Kalahkan Netanyahu dalam Pemilu 2026

Willy Haryono • 1 July 2026 12:23

Tel Aviv: Mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot resmi meluncurkan kampanyenya untuk menjadi perdana menteri dan berjanji mengakhiri pemerintahan Benjamin Netanyahu dalam pemilu mendatang.

Pengumuman tersebut disampaikan Eisenkot, yang juga memimpin Partai Yashar, dalam pidato pada Selasa kemarin.

"Oktober nanti, masa pemerintahan yang membawa bencana akan berakhir," kata Eisenkot, seperti dikutip dari TRT World, Rabu, 1 Juli 2026.

Mantan kepala militer Israel periode 2015-2019 itu berjanji pemerintahannya akan mengambil keputusan yang disebutnya berani di bidang keamanan nasional, wajib militer, dan pendidikan. Ia juga berkomitmen membentuk komisi penyelidikan negara terkait kegagalan intelijen menjelang serangan 7 Oktober.

Di sisi lain, tekanan terhadap Netanyahu juga datang dari mantan Perdana Menteri Naftali Bennett.

Dalam sebuah wawancara, Bennett menilai Netanyahu tidak lagi mampu mengendalikan pemerintahannya dan terlalu bergantung pada mitra koalisi, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, serta partai-partai ultra-Ortodoks.

"Saya sejak awal tidak akan mengizinkan Ben-Gvir masuk ke dalam pemerintahan saya," ujar Bennett.

Menurut Bennett, kondisi tersebut telah merusak citra Israel di dunia internasional dan melemahkan kemampuan pemerintah dalam menjalankan diplomasi publik.

Ia juga mengkritik panjangnya konflik di Gaza, Lebanon, dan Iran yang dinilainya membebani perekonomian serta pasukan cadangan Israel. Bennett menyerukan operasi militer yang lebih singkat dan terfokus untuk memulihkan stabilitas kawasan.

Pemilihan umum Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Namun, sejumlah media lokal melaporkan pemungutan suara berpeluang dimajukan menjadi 20 Oktober apabila tercapai kesepakatan politik dengan partai-partai ultra-Ortodoks.

Sementara itu, hasil survei Maariv menunjukkan 34 persen responden menilai Eisenkot sebagai kandidat paling layak menjadi perdana menteri. Survei Channel 12 juga memproyeksikan Partai Yashar meraih 22 dari 120 kursi Knesset, berada di bawah Partai Likud pimpinan Netanyahu yang diperkirakan memperoleh 24 kursi.

Baca juga:  Netanyahu Disoraki 'Pulanglah' dalam Pidato Kelulusan Perwira Tempur Israel

(Willy Haryono)