Lalu Lintas Selat Hormuz Melambat usai Dua Kapal Komersial Diserang

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Lalu Lintas Selat Hormuz Melambat usai Dua Kapal Komersial Diserang

Muhammad Reyhansyah • 29 June 2026 17:01

Teheran: Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz mulai bergerak lebih lambat dari biasanya setelah dua kapal diserang dalam beberapa hari terakhir.

Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia.

Data pelacakan menunjukkan sejumlah kapal masih melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan. Namun, laju pelayaran belum kembali normal karena sebagian operator kapal, perusahaan asuransi, dan penyewa kapal masih berhati-hati menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.

Mengutip Anadolu, Senin, 29 Juni 2026, perlambatan terjadi setelah kapal kontainer berbendera Singapura Ever Lovely mengalami kerusakan ringan akibat proyektil tak dikenal saat meninggalkan Selat Hormuz pada 25 Juni.

Dua hari kemudian, kapal tanker berbendera Panama M/T Kiku juga diserang ketika berlayar di dekat Selat Hormuz dengan membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menuding Iran melancarkan serangan menggunakan drone sekali pakai terhadap kapal tersebut dan menyatakan telah membalas dengan menyerang sejumlah target Iran.

Meski sejumlah kapal tanker dan kapal kargo tetap melintasi Selat Hormuz, pelaku industri pelayaran dinilai masih berhati-hati dalam mengoperasikan armadanya di kawasan tersebut.

Platform pemantauan maritim Windward mencatat sebanyak 40 kapal melintasi Selat Hormuz pada 27 Juni, terdiri atas 24 kapal yang memasuki Teluk Persia dan 16 kapal yang keluar menuju pasar internasional.

Sementara itu, Joint Maritime Information Center (JMIC) menaikkan tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz menjadi "substantial" atau tinggi setelah serangan terhadap dua kapal tersebut. Otoritas juga memperingatkan adanya potensi ranjau laut dan peningkatan aktivitas militer di kawasan.

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah, gas alam cair (LNG), dan berbagai produk energi dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Di tengah situasi tersebut, laporan Axios menyebut Amerika Serikat dan Iran telah sepakat menghentikan serangan serta akan kembali menggelar perundingan di Doha pekan ini guna membahas sengketa terkait Selat Hormuz.

Meski sebagian aktivitas pelayaran mulai kembali berjalan, serangan terbaru menunjukkan proses normalisasi di jalur strategis tersebut masih berlangsung rapuh dan rentan terhadap eskalasi baru.

Baca juga:  AS Sebut Iran Semakin Terisolasi dan Kehilangan Pengaruh atas Selat Hormuz

(Willy Haryono)