AS Sebut Iran Semakin Terisolasi dan Kehilangan Pengaruh atas Selat Hormuz

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

AS Sebut Iran Semakin Terisolasi dan Kehilangan Pengaruh atas Selat Hormuz

Willy Haryono • 29 June 2026 15:47

New York: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz menyatakan pengaruh Iran atas Selat Hormuz terus melemah, dan Teheran juga disebut semakin terisolasi terkait rencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan Minggu, 28 Juni 2026, Waltz mengatakan negara-negara Teluk telah mulai membangun jalur alternatif untuk ekspor energi sehingga ketergantungan terhadap Selat Hormuz semakin berkurang.

Ia menyebut Uni Emirat Arab dan Arab Saudi tengah memperluas jaringan pipa minyak yang tidak melewati Selat Hormuz.

Waltz juga mengatakan Amerika Serikat berencana menyesuaikan penempatan pangkalan militernya di Timur Tengah, termasuk memperkuat sejumlah fasilitas yang ada dan mempertimbangkan pemindahan sebagian lainnya ke lokasi bawah tanah.

Menurutnya, langkah tersebut akan semakin mengurangi pengaruh Iran terhadap jalur pelayaran internasional itu. Waltz juga mengklaim China menolak rencana Iran untuk mengenakan biaya atau tarif kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Selain itu, ia menyebut Oman menolak usulan Iran untuk membantu membangun infrastruktur yang dibutuhkan guna menerapkan kebijakan tersebut.

"Karena itu, Iran kini berada dalam posisi yang sepenuhnya terisolasi," kata Waltz.

Ia juga memperingatkan Iran bahwa negara tersebut berisiko menghadapi "jalan menuju kehancuran total" apabila terus melanjutkan kebijakannya.

Waltz menambahkan Presiden Donald Trump masih membuka ruang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi, namun menegaskan kesabaran pemerintah AS tidak akan berlangsung selamanya.

Baca juga:  Menlu Araghchi: Hanya Iran yang Bertanggung Jawab Membuka Kembali Selat Hormuz

(Willy Haryono)