Tim BPBD Kabupaten Purwakarta melakukan rapat internal untuk penanggulangan bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan/ Lahan
Purwakarta Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
Reza Sunarya • 30 June 2026 16:24
Purwakarta: Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kecamatan. Penetapan status ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Nomor 365/Kep.336-BPBD/2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengungkapkan musim kemarau tahun ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi kering. Ancaman tersebut meliputi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.
"Saat ini Kabupaten Purwakarta dalam status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Status bencana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 365/Kep.336-BPBD/2026 tertanggal 29 Juni 2026," ujar Heryadi Erlan, Selasa, 30 Juni 2026.
Erlan menambahkan, meskipun telah memasuki musim kemarau, potensi cuaca ekstrem masih mengintai sejumlah wilayah. Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai angin puting beliung dan pohon tumbang, terutama di daerah dengan kondisi geografis tertentu.
BPBD Purwakarta mencatat sejumlah kecamatan berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan pasokan air bersih saat puncak kemarau. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bungursari, Campaka, Cibatu, Purwakarta, Babakancikao, Sukatani, serta beberapa desa di Kecamatan Pasawahan.
"Daerah-daerah tersebut menjadi fokus perhatian BPBD dalam upaya mitigasi dampak musim kemarau, khususnya untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi," ungkap Erlan.
Berdasarkan prediksi BMKG dan imbauan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, puncak hidrometeorologi kering atau musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.

PBD Sumedang memadamkan api peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Tomo, Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (28/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Sumedang.
"Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Purwakarta untuk mengantisipasi kejadian bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem," katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Purwakarta telah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah kesiapsiagaan dilakukan bersama perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar warga memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan risiko bencana selama musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengurangi dampak kekeringan. Warga yang memiliki lahan di sekitar kawasan hutan diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas," katanya.