BNPB Kaji Penyesuaian Anggaran Huntap Terkait Program Gentengisasi

Kepala BNPB Suharyanto. Foto: Antara/HO-Youtube DPR.

BNPB Kaji Penyesuaian Anggaran Huntap Terkait Program Gentengisasi

Anggi Tondi Martaon • 18 February 2026 15:14

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkaji kemungkinan penyesuaian anggaran pembangunan hunian tetap (huntap) skema insitu. Hal itu dilakukan menyusul wacana penggunaan atap genteng dalam program rekonstruksi pascabencana di Sumatra.

Dalam rapat koordinasi antara pemerintah dan DPR, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, penggunaan genteng membutuhkan tambahan penguatan struktur kayu. Sehingga berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran menjadi sekitar Rp65 juta hingga Rp70 juta per unit.

Saat ini, nilai bantuan pembangunan huntap skema insitu sebesar Rp60 juta per unit. Sedangkan rumah relokasi terpusat yang dibangun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memiliki dukungan anggaran lebih besar.

Suharyanto menjelaskan perbedaan kualitas antara hunian relokasi terpusat dan insitu turut dipengaruhi kebutuhan penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial di kawasan relokasi.

Ia mengingatkan perubahan standar anggaran di satu wilayah akan berdampak pada penerapan kebijakan serupa di daerah bencana lain. Sehingga perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan negara secara menyeluruh.

Meski demikian, BNPB memastikan ketersediaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini masih mencukupi. Sembari menunggu arahan lebih lanjut dalam rapat bersama DPR, Suharyanto menyebutkan belum dibutuhkan penambahan anggaran.

DPR menggelar rakor bersama pemerintah terkait penanganan pascabencana Sumatra. Foto: Youtube Metro TV.

Selain itu, BNPB melaporkan penyaluran bantuan rumah rusak ringan dan sedang telah dilakukan dalam dua tahap, yakni kepada 17.251 kepala keluarga (KK) di 25 kabupaten/kota pada tahap pertama dan 10.181 KK pada tahap kedua.

Suharyanto menambahkan masih terdapat tiga kabupaten kota yang belum mengusulkan data pada tahap ketiga yaitu Sibolga, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.

Suharyanto juga menyampaikan bahwa BNPB tetap membuka ruang verifikasi bagi warga yang merasa rumahnya rusak namun belum masuk daftar penerima bantuan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)