Gubuk-gubuk karaoke liar bertebaran di Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur
Pemkot Jakbar Koordinasi dengan Pengelola Tol Terkait Karaoke Liar Meruya
Fachri Audhia Hafiez • 19 February 2026 16:04
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) tengah berkoordinasi secara intensif dengan pengelola Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) terkait keberadaan gubuk-gubuk karaoke liar di Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan. Langkah ini diambil karena lahan yang digunakan oleh lapak-lapak semi permanen tersebut merupakan aset milik pengelola jalan tol, bukan lahan milik pemerintah.
"Sementara asetnya masih aset mereka, makanya kemarin saya minta bersurat sama mereka. Bersurat itu bagaimana secara pengelolaannya? Asetnya sudah diserahkan ke kita atau belum," kata Lurah Meruya Selatan, M. Maizar, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Maizar menjelaskan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi yang dikeluhkan warga tersebut. Sejauh ini, pihak kelurahan baru menemukan pelanggaran berupa aktivitas karaoke yang beroperasi hingga larut malam, sementara indikasi adanya praktik prostitusi atau "esek-esek" belum ditemukan buktinya di lapangan.
"Dan memang sudah ditegur juga. Kalau terkait 'esek-esek' kami enggak tahu. Kalau kami kan tidak menemukan bukti itu cuma memang bukanya sampai malam," ungkap Maizar.
Pihak kelurahan menegaskan bahwa koordinasi dengan pemilik aset sangat diperlukan agar penindakan yang dilakukan bisa maksimal dan sesuai aturan. Maizar juga menyebut telah memberikan imbauan keras kepada para pemilik lapak agar menghentikan aktivitas hiburan malam yang mengganggu ketertiban umum tersebut.

Spanduk penolakan warga terhadap keberadaan gubuk karaoke liar di sepanjang Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.
Keresahan warga sebelumnya memuncak melalui aksi pemasangan spanduk protes di sepanjang pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2. Warga mengaku sangat terganggu dengan kebisingan musik dangdut yang sering kali terdengar hingga dini hari.
"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdutan. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," ujar salah seorang warga, Chandra.