Menlu AS Marco Rubio. (Anadolu Agency)
Menlu AS Marco Rubio Sebut Ada Kemajuan dalam Negosiasi Damai dengan Iran
Dimas Chairullah • 23 May 2026 15:35
Helsingborg: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan terdapat sejumlah kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Iran, meski perbedaan pandangan antara kedua negara masih besar.
“Ada beberapa kemajuan. Saya tidak akan melebih-lebihkannya. Saya juga tidak akan meremehkannya. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita belum sampai di sana,” kata Rubio kepada wartawan usai menghadiri pertemuan para menteri NATO di Helsingborg, Swedia, seperti dikutip AsiaOne, Sabtu, 23 Mei 2026.
Rubio menyampaikan pernyataan itu di tengah meningkatnya upaya diplomasi internasional untuk meredakan konflik antara Washington dan Teheran.
Kepala militer Pakistan bersama Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi dilaporkan tiba di Teheran pada Jumat untuk melanjutkan mediasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
Qatar juga disebut mengirim tim negosiasi yang berkoordinasi langsung dengan AS ke Teheran, enam minggu setelah pemberlakuan gencatan senjata yang masih rapuh.
Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Hambatan
Meski sejumlah kesenjangan mulai menyempit, isu program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi. AS terus mendesak pembongkaran program nuklir Iran, sementara Teheran menolak pembahasan lebih jauh mengenai pengayaan uranium.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan tidak akan ada kesepakatan damai jika AS tetap bersikeras menyelidiki detail uranium Iran.
Selain isu nuklir, kendali atas Selat Hormuz juga menjadi sumber ketegangan.
Iran dilaporkan berencana memberlakukan sistem pembayaran tol di jalur pelayaran strategis tersebut, yang selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Rubio mengecam rencana itu dan menyebutnya tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
Presiden AS Donald Trump juga kembali menyuarakan sikap keras dengan menyatakan ingin mengambil kembali persediaan uranium Iran yang diperkaya tinggi.
Namun, dua sumber senior Iran menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menolak keras opsi pengiriman uranium ke luar negeri.
Tekanan Ekonomi Global
Konflik yang dipicu serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu disebut telah memicu gangguan besar terhadap ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.Situasi tersebut juga meningkatkan tekanan politik domestik terhadap Trump menjelang pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.
Laporan tersebut menyebut kenaikan harga bahan bakar membuat tingkat persetujuan publik terhadap Trump menurun.
Sementara itu, Iran awal pekan ini kembali mengajukan sejumlah tuntutan kepada AS, termasuk pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi, pelepasan aset yang dibekukan, kompensasi perang, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan.
Baca juga: Rusia Tegaskan Solusi Krisis Nuklir Harus Hormati Kepentingan Iran