Suasana di seputaran tugu Simpang Lima Banda Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati
Tidak Ada Perayaan, Suasana Malam Tahun Baru di Banda Aceh Berlangsung Lengang
Fajri Fatmawati • 1 January 2026 01:39
Banda Aceh: Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan momentum Tahun Baru di daerahnya bukan untuk dirayakan. Hal tersebut karena aktivitas perayaan dinilai bertentangan dengan adat istiadat dan syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh.
Pantauan Metrotvnews.com di tugu simpang lima Banda Aceh pada malam tahun baru menunjukkan kondisi kota yang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Meski besok hari libur dan sebagian warga keluar rumah untuk sekadar berkeliling, aktivitas malam hari secara umum mengalami penurunan signifikan.
“Dari momentum pergantian tahun baru ini, memang di daerah kita tidak ada perayaan. Apalagi wilayah kita baru saja diterpa bencana. Di Banda Aceh sendiri, sudah sangat lama tidak ada perayaan pergantian tahun,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, Kamis, 1 Januari 2026.
Illiza juga menyoroti kondisi nasional, di mana Indonesia, khususnya Aceh, baru saja mengalami bencana yang berdampak cukup parah. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengganti kegiatan perayaan dengan muhasabah (evaluasi diri) dan introspeksi.
“Malam ini kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan muhasabah serta ikut mendoakan keluarga dan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Illiza.
Pemerintah Kota turut mengajak seluruh elemen masyarakat menumbuhkan rasa empati terhadap para korban bencana. Illiza berharap doa-doa masyarakat dikabulkan untuk meringankan beban yang dirasakan, terutama oleh masyarakat di wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang juga terkena dampak.
“Banda Aceh sendiri, Alhamdulillah, tidak mengalami bencana berat. Dulu, pascatsunami, kita banyak dibantu orang lain. Saat ini sudah saatnya kita ikut membantu meringankan beban para korban dengan apa pun yang bisa kita lakukan,” jelas Illiza.
Suasana khidmat yang menyelimuti Banda Aceh pada malam pergantian tahun mencerminkan nilai-nilai religiusitas dan solidaritas sosial yang kuat di tengah masyarakat, seiring dengan kesadaran kolektif akan musibah yang melanda wilayah lain.
.jpg)