Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan kendaraan sampah yang dimiliki saat ini tercatat sebanyak 34 unit. Jumlah tersebut masih kurang dari kebutuhan ideal sebanyak 50 unit.
“Dari 34 unit armada, yang bisa beroperasi hanya 26 unit. Sisanya 8 unit kendaraan saat ini sedang mengalami kerusakan dan berada di bengkel untuk perbaikan,” kata Nizar di Mataram seperti dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026
Kondisi itu, menurut Denny, menjadi salah satu kendala percepatan pembersihan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Bintaro, Ampenan. Hingga kini, sampah di TPS Bintaro masih tersisa sekitar seperempat dari total area.
Awalnya, sampah tersebut ditargetkan tuntas diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, pada akhir Maret 2026. Namun, karena terkendala armada, proses pengangkutan belum rampung.
“Kisaran tonasenya belum bisa saya pastikan, namun kondisinya kini sudah tinggal seperempat. Sebelumnya sampah meluap hingga keluar TPS,” katanya.
Dengan keterbatasan armada yang dimiliki, DLH menargetkan TPS Bintaro kembali bersih pada akhir April 2026. “Insyaallah, bulan ini sisa sampah di TPS Bintaro kami selesaikan,” katanya.
Menurut Denny, tumpukan sampah di TPS Bintaro terjadi akibat kebijakan pihak TPA Kebon Kongok yang melakukan pembatasan pembuangan. Semula empat ritase per hari, kemudian menjadi hanya satu ritase.
Sementara itu, dengan keterbatasan lahan di kota, Kota Mataram tidak memiliki lokasi alternatif untuk membuang sampah setiap hari dengan volume mencapai 250 ton per hari.

Seorang pemulung mengambil sampah plastik di salah satu titik tempat penampungan sementara (TPS) mobile di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.
Denny menyampaikan, dengan berbagai pertimbangan, lahan TPS Bintaro dinilai menjadi solusi sementara. Meskipun Pemerintah Kota Mataram sempat mendapat protes dari berbagai pihak karena lokasi TPS berada persis di jalur utama menuju objek wisata internasional Senggigi.
“Tapi apa boleh buat, kami tidak ada lahan lain,” katanya.
Denny menegaskan, setelah ritase pembuangan ke TPA kembali normal, pihaknya berkomitmen membersihkan kembali TPS Bintaro. Ia berharap tempat tersebut dapat berfungsi lagi sesuai dengan kapasitas normal.