Sebuah kapal tanker yang berada di laut. Foto: Anadolu
Kapal Tanker Milik Malaysia Melintas Selat Hormuz
Fajar Nugraha • 7 April 2026 11:28
Kuala Lumpur: Sebuah kapal milik Malaysia dikabarkan telah melewati Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan, pelintasan berlangsung beberapa minggu setelah perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari.
Wisma Putra dalam sebuah pernyataan mengatakan, hasil positif ini menyusul pertemuan diplomatik tingkat tinggi.
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 26 Maret, sementara Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret.
"Malaysia tetap teguh berkomitmen pada prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan jalur maritim, sesuai dengan hukum internasional,” ujar PM Anwar, seperti dikutip dari The New Straits Times, Selasa 7 April 2026.
"Malaysia juga menegaskan kembali pentingnya dialog berkelanjutan dan keterlibatan diplomatik dalam mengatasi tantangan regional dan menjaga perdamaian dan stabilitas," kata pernyataan itu.
Tujuh kapal berbendera Malaysia telah terjebak di selat tersebut. Tiga kapal dimiliki oleh Petronas, dua oleh MISC Bhd, dan masing-masing satu oleh Sapura Energy dan Shapadu Corporation Sdn Bhd.
Kemarin, kedutaan Iran di Malaysia mengatakan bahwa pelayaran kapal Malaysia melalui Selat Hormuz menyoroti hubungan bilateral yang kuat.
Dalam unggahan yang dibagikan di akun X resminya, kedutaan menegaskan kembali komitmen Teheran terhadap kemitraan jangka panjangnya dengan Malaysia.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran paling penting di dunia. Jalur sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.
Sekitar 20 hingga 30 persen konsumsi minyak global melewati jalur air sempit ini setiap hari, menjadikannya arteri vital bagi keamanan energi dan ekonomi global.